That Time I Got Reincarnated as a Slime the Movie: Tears of the Azure Sea (2026)
That Time I Got Reincarnated as a Slime the Movie: Tears of the Azure Sea merupakan film anime fantasy-adventure tahun 2026 yang membawa Rimuru Tempest dan para sahabatnya menuju petualangan baru di sebuah kerajaan tersembunyi jauh di bawah laut. Penonton dapat nonton That Time I Got Reincarnated as a Slime the Movie: Tears of the Azure Sea (2026) untuk mengikuti perjalanan Rimuru setelah Founding Festival ketika liburan santai di sebuah resort berubah menjadi misi menyelamatkan Kingdom of Kaien dari konspirasi yang dapat membangunkan Water Dragon dan mengancam dunia di atas permukaan laut.
nonton That Time I Got Reincarnated as a Slime the Movie: Tears of the Azure Sea (2026)
That Time I Got Reincarnated as a Slime the Movie: Tears of the Azure Sea merupakan film layar lebar kedua dalam franchise anime Tensei Shitara Slime Datta Ken.
Film ini menghadirkan cerita original yang tidak hanya membawa kembali Rimuru Tempest dan para sahabatnya, tetapi juga memperluas dunia franchise menuju lingkungan yang belum pernah menjadi pusat cerita sebelumnya.
Untuk pertama kalinya, petualangan besar Rimuru di layar lebar bergerak menuju lautan dan sebuah kerajaan tersembunyi di dasar laut.
Judul Jepang Tears of the Azure Sea
Judul Jepang film adalah Gekijōban Tensei Shitara Slime Datta Ken: Sōkai no Namida-hen atau 劇場版 転生したらスライムだった件 蒼海の涙編.
Bagian Sōkai no Namida dapat dipahami sebagai “Tears of the Azure Sea”, yang kemudian digunakan sebagai judul internasional.
Nama tersebut berkaitan erat dengan tema laut yang menjadi identitas utama film.
Sinopsis Tears of the Azure Sea
Setelah menyelesaikan Founding Festival di Jura Tempest Federation, Rimuru dan para sahabatnya akhirnya mendapatkan kesempatan untuk menikmati waktu santai.
Emperor Elmesia dari Sorcerous Dynasty of Sarion mengundang kelompok tersebut menuju sebuah resort island miliknya.
Rimuru melihat perjalanan itu sebagai kesempatan beristirahat setelah berbagai masalah politik serta pembangunan negara yang menguras energi.
Namun, liburan tersebut segera berubah ketika seorang perempuan misterius bernama Yura tiba dan meminta pertolongan.
Yura berasal dari Kingdom of Kaien, kerajaan damai yang berada di dasar laut dan menjadikan Water Dragon sebagai dewa pelindungnya.
Ia mengetahui bahwa seseorang di dalam kerajaannya berencana membangunkan Water Dragon dan menggunakan kekuatannya untuk menyerang dunia permukaan.
Kingdom of Kaien
Kingdom of Kaien menjadi lokasi baru terbesar yang diperkenalkan dalam film.
Kerajaan tersebut berada jauh di dasar laut dan telah menjalani kehidupan relatif damai selama waktu yang sangat panjang.
Penduduknya mempunyai hubungan khusus dengan Water Dragon yang mereka anggap sebagai guardian deity.
Asal-usul Kingdom of Kaien
Masyarakat Kaien awalnya pernah hidup di permukaan bersama berbagai ras lain.
Mereka kemudian mengembara mencari tempat yang benar-benar aman dari konflik.
Setelah perjalanan panjang, Water Dragon memberikan wilayah bawah laut tempat mereka dapat membangun kerajaan tanpa perang.
Kerajaan yang Dibangun untuk Perdamaian
Kaien pada dasarnya lahir dari keinginan menghindari konflik.
Hal tersebut membuat ancaman perang terhadap dunia permukaan terasa sangat ironis.
Film menggunakan perubahan tersebut untuk memperlihatkan bagaimana sebuah masyarakat yang dibangun demi perdamaian tetap dapat diguncang oleh ambisi individu.
Water Dragon sebagai Dewa Pelindung
Water Dragon mempunyai posisi sangat penting dalam keyakinan masyarakat Kaien.
Makhluk tersebut dianggap sebagai guardian deity yang memberikan tempat aman bagi leluhur mereka.
Namun, Water Dragon telah tertidur dalam waktu lama dan tidak aktif secara langsung dalam kehidupan kerajaan.
Ancaman Kebangkitan Water Dragon
Masalah utama muncul ketika terdapat rencana membangunkan Water Dragon secara paksa.
Kekuatan makhluk tersebut cukup besar sehingga kebangkitannya dapat mengubah keseimbangan antara Kaien dan dunia permukaan.
Jika digunakan sebagai senjata, sesuatu yang dahulu menjadi simbol perlindungan dapat berubah menjadi sumber kehancuran.
Yura sebagai Karakter Baru
Yura merupakan salah satu karakter original paling penting yang dibuat khusus untuk film.
Ia adalah priestess dari Kingdom of Kaien yang bertugas menyampaikan doa masyarakat kepada Water Dragon.
Ketika mengetahui adanya konspirasi, Yura memilih meninggalkan negerinya untuk mencari bantuan.
Saori Onishi sebagai Yura
Saori Onishi menjadi pengisi suara Yura.
Karakter tersebut mempunyai posisi sentral karena hampir seluruh konflik baru diperkenalkan melalui perjalanan serta permintaannya kepada Rimuru.
Yura juga membawa sebuah rahasia mengenai kekuatan dirinya sendiri yang menjadi semakin penting seiring cerita berkembang.
Yura sebagai Priestess
Tugas Yura bukan hanya melakukan ritual keagamaan sederhana.
Ia menjadi penghubung spiritual antara masyarakat Kaien dan Water Dragon.
Posisinya membuat dirinya mengetahui berbagai tradisi serta rahasia yang tidak dimiliki warga biasa.
Keberanian Yura Meninggalkan Kaien
Ketika mengetahui rencana berbahaya di dalam kerajaan, Yura tidak memilih diam.
Ia mengambil sebuah flute penting dan meninggalkan Kaien untuk mencari pertolongan di permukaan.
Keputusan tersebut membuat dirinya menjadi target pengejaran dari pihak yang ingin menghentikannya.
Dragon Fang
Salah satu benda penting dalam cerita adalah flute milik Kingdom of Kaien yang dikenal sebagai Dragon Fang.
Benda tersebut mempunyai hubungan dengan Water Dragon dan menjadi bagian penting dalam konflik.
Yura membawa flute tersebut ketika melarikan diri sehingga pengejaran terhadap dirinya semakin intens.
Flute sebagai Pusat Konflik
Flute tidak hanya menjadi benda simbolis.
Keberadaannya mempunyai kaitan langsung dengan ritual, Water Dragon, dan berbagai kepentingan politik di Kaien.
Karena itu, siapa yang menguasai benda tersebut mempunyai pengaruh besar terhadap apa yang akan terjadi selanjutnya.
Rimuru Tempest Kembali sebagai Tokoh Utama
Rimuru kembali menjadi pusat petualangan.
Setelah menyelesaikan Founding Festival, ia sebenarnya hanya ingin menikmati liburan bersama orang-orang terdekatnya.
Namun, seperti biasa, sebuah persoalan internasional akhirnya membuat dirinya kembali terlibat dalam urusan negara lain.
Miho Okasaki sebagai Rimuru
Miho Okasaki kembali mengisi suara Rimuru Tempest.
Ia telah menjadi suara karakter tersebut sepanjang adaptasi anime dan kembali membawa kombinasi humor, ketenangan, serta kekuatan yang menjadi ciri Rimuru.
Film memberi Rimuru kesempatan tampil dalam situasi lebih santai sebelum konflik besar dimulai.
Rimuru Setelah Founding Festival
Cerita film mengambil posisi setelah Founding Festival Tempest.
Rimuru dan para sekutunya telah melewati periode sibuk dengan berbagai tamu, diplomasi, kompetisi, dan perayaan pembukaan negara.
Karena itu, undangan menuju resort island terasa seperti hadiah setelah pekerjaan panjang.
Liburan yang Berubah Menjadi Misi
Rimuru tidak pernah benar-benar mendapatkan liburan tenang dalam waktu lama.
Pertemuan dengan Yura membuat suasana santai segera berubah menjadi investigasi serta misi penyelamatan.
Film memanfaatkan perubahan tersebut untuk memberikan humor pada bagian awal sebelum action semakin dominan.
Elmesia sebagai Tuan Rumah
Elmesia merupakan Emperor dari Sorcerous Dynasty of Sarion.
Ia mengundang Rimuru dan kelompoknya menuju resort island setelah Founding Festival.
Hubungan diplomatik antara Sarion dan Tempest membuat undangan tersebut sekaligus memperlihatkan kedekatan kedua negara.
Hisako Kanemoto sebagai Elmesia
Hisako Kanemoto kembali menjadi pengisi suara Elmesia.
Karakter tersebut mempunyai peran penting karena Yura akhirnya mencapai wilayah yang berada dalam kekuasaannya.
Elmesia kemudian meminta bantuan Rimuru untuk menangani situasi tersebut.
Resort Island Sarion
Bagian awal film berlangsung di sebuah resort island milik Elmesia.
Lokasi tersebut memberikan nuansa berbeda dari kota Tempest serta medan perang yang sering muncul dalam serial.
Pantai, laut, dan suasana liburan memberikan kesempatan kepada karakter lama menunjukkan sisi lebih santai.
Laut sebagai Tema Baru Tensura
Situs resmi menekankan bahwa film ini merupakan petualangan besar pertama franchise yang menjadikan laut sebagai panggung utama.
Dunia Tensura sebelumnya sudah memperlihatkan banyak negara, hutan, kota, dungeon, serta kerajaan.
Kingdom of Kaien memperluas worldbuilding tersebut menuju peradaban bawah laut.
Desain Dunia Bawah Laut
Lingkungan bawah laut memberikan kesempatan kepada tim animasi membuat visual yang berbeda dari serial televisi.
Cahaya biru, bangunan kerajaan, arus laut, makhluk air, serta interior Kaien memberikan identitas tersendiri.
Konsep tersebut juga membantu film terasa seperti petualangan yang pantas dibuat untuk layar lebar.
Gobta Kembali dalam Film
Gobta kembali bergabung dalam kelompok Rimuru.
Ia merupakan salah satu Four Heavenly Kings Tempest dan sering menjadi sumber humor dalam kelompok.
Setelah menjalani latihan bersama Milim, kemampuan bertarungnya juga berkembang cukup besar.
Asuna Tomari sebagai Gobta
Asuna Tomari kembali menjadi suara Gobta.
Gobta mempunyai peran cukup menonjol dalam materi promosi film dan ikut hadir dalam perjalanan menuju kawasan laut.
Perpaduan comedy dan action yang dimilikinya cocok dengan nada keseluruhan film.
Benimaru Kembali
Benimaru tetap menjadi salah satu figur paling penting di Tempest.
Sebagai pemimpin militer, ia mempunyai kemampuan bertarung serta pengalaman yang sangat berguna ketika situasi berkembang menjadi konflik berskala besar.
Makoto Furukawa kembali mengisi suara karakter tersebut.
Shuna dalam Tears of the Azure Sea
Shuna kembali bersama kelompok Rimuru.
Karakter tersebut mempunyai kemampuan magic, dukungan, dan keahlian lain yang membuat dirinya jauh lebih dari sekadar anggota kerajaan.
Sayaka Senbongi kembali menjadi pengisi suara Shuna.
Shion Kembali sebagai Sekretaris Rimuru
Shion kembali menjalankan perannya sebagai salah satu pengikut terdekat Rimuru.
Ia tetap membawa kekuatan fisik besar sekaligus unsur comedy melalui kepribadiannya.
M.A.O kembali mengisi suara Shion.
Souei dalam Misi Baru
Souei menjadi salah satu anggota kelompok yang sangat cocok untuk investigasi.
Kemampuannya melakukan stealth serta mengumpulkan informasi mempunyai nilai besar ketika Rimuru mencoba mengetahui situasi sebenarnya di Kaien.
Takuya Eguchi kembali mengisi suara karakter tersebut.
Hakuro dalam Film
Hakuro juga tercantum dalam jajaran karakter lama yang kembali.
Sebagai ahli pedang senior dari Tempest, ia mempunyai pengalaman serta kemampuan tempur tinggi.
Hochu Otsuka kembali menjadi suara Hakuro.
Ranga Kembali Mendampingi Rimuru
Ranga merupakan salah satu partner setia Rimuru.
Dire Wolf tersebut mempunyai hubungan khusus dengan Gobta melalui kemampuan transformation mereka.
Chikahiro Kobayashi kembali mengisi suara Ranga.
Diablo dalam Tears of the Azure Sea
Diablo juga termasuk karakter lama yang kembali dalam jajaran cast.
Sebagai primordial demon yang sangat loyal kepada Rimuru, kekuatannya berada pada tingkat yang jauh melampaui kebanyakan karakter.
Kehadirannya memberikan tambahan besar terhadap kekuatan kelompok Tempest.
Hinata Sakaguchi Kembali
Hinata kini mempunyai hubungan yang jauh lebih baik dengan Rimuru setelah konflik mereka selesai.
Ia ikut dalam perjalanan karena mengikuti Luminus menuju resort island.
Manami Numakura kembali mengisi suara Hinata.
Luminus Valentine dalam Film
Luminus merupakan salah satu Octagram Demon Lords dan figur utama dalam Holy Empire of Lubelius.
Ia datang ke resort island bersama kelompok Rimuru setelah hubungan kedua negara berkembang.
Lynn kembali menjadi pengisi suara Luminus.
Veldora Kembali
Veldora merupakan True Dragon sekaligus salah satu sahabat pertama Rimuru setelah bereinkarnasi.
Kehadirannya selalu membawa potensi action besar sekaligus humor karena kepribadiannya.
Tomoaki Maeno kembali mengisi suara Veldora.
Milim Nava dalam Film
Milim juga kembali sebagai salah satu Demon Lord terkuat di dunia.
Ia mempunyai hubungan dekat dengan Rimuru dan sering datang ke Tempest tanpa terlalu banyak formalitas.
Rina Hidaka kembali menjadi suara Milim.
Zodon sebagai Karakter Baru
Zodon merupakan Minister dari Kingdom of Kaien.
Ia diperintahkan mengejar Yura setelah sang priestess membawa keluar Dragon Fang.
Karakter tersebut menjadi salah satu figur baru yang mempunyai peran penting dalam mystery film.
Koichi Domoto sebagai Zodon
Koichi Domoto mengisi suara Zodon.
Keterlibatannya menjadi salah satu tambahan cast paling menonjol untuk film kedua ini.
Zodon berada di tengah konflik politik Kaien sehingga motivasinya menjadi salah satu hal yang perlu dipahami penonton.
Djeese sebagai Chancellor Kaien
Djeese merupakan Chancellor dari Kingdom of Kaien.
Ia dikenal sebagai seorang genius sejak berdirinya kerajaan dan mendapatkan kepercayaan besar dari King Reet.
Penelitiannya terhadap budaya serta teknologi dunia permukaan membantu perkembangan Kaien.
Koji Yusa sebagai Djeese
Koji Yusa menjadi pengisi suara Djeese.
Karakter tersebut mempunyai posisi politik jauh lebih tinggi daripada sekadar administrator kerajaan.
Hubungannya dengan raja dan pengetahuannya mengenai dunia permukaan membuat dirinya berada sangat dekat dengan inti mystery.
Mio sebagai Pelayan Yura
Mio merupakan salah satu attendant yang setia kepada Yura.
Ketika sang priestess mencoba meninggalkan kerajaan, Mio membantu melindunginya dari pengejar.
Karakter tersebut mempunyai sifat dewasa, tenang, dan penuh perhatian.
Nao Kosaka sebagai Mio
Nao Kosaka dari Hinatazaka46 menjadi pengisi suara Mio.
Film memberikan dirinya karakter original yang mempunyai hubungan langsung dengan Yura.
Mio dan Yori menjadi dua figur penting yang mendukung usaha Yura mencapai dunia permukaan.
Yori sebagai Pelayan Yura
Yori merupakan attendant kedua Yura.
Ia mempunyai kepribadian lebih cerah serta terus terang dibandingkan Mio.
Keduanya bekerja sama melindungi Yura ketika situasi di Kaien mulai berbahaya.
Kaho Fujishima sebagai Yori
Kaho Fujishima dari Hinatazaka46 mengisi suara Yori.
Peran tersebut menjadi salah satu pengalaman voice acting penting baginya.
Yori membantu memberikan dinamika lebih ringan di tengah situasi politik Kaien yang semakin tegang.
King Reet
King Reet merupakan penguasa Kingdom of Kaien.
Djeese dikenal mempunyai kepercayaan absolut dari sang raja karena kontribusinya terhadap perkembangan negara.
Posisi raja menjadi penting ketika berbagai faksi mulai mempunyai pandangan berbeda mengenai masa depan Kaien.
Konspirasi di Dalam Kerajaan
Ancaman terhadap Kaien tidak datang sepenuhnya dari luar.
Seseorang di dalam kerajaan mempunyai rencana membangunkan Water Dragon dan mengarahkannya menuju permukaan.
Keadaan tersebut membuat Rimuru harus memahami politik internal Kaien sebelum menentukan siapa yang dapat dipercaya.
Politik dan Diplomasi dalam Film
Seperti serial utamanya, film tidak hanya mengandalkan pertarungan.
Rimuru adalah pemimpin negara sehingga setiap tindakannya mempunyai konsekuensi diplomatik.
Masuk ke wilayah kerajaan asing membutuhkan lebih dari sekadar kekuatan tempur.
Rimuru sebagai Pemimpin Negara
Rimuru sudah jauh berkembang dari slime yang pertama kali muncul di dunia lain.
Ia kini memimpin Jura Tempest Federation dan mempunyai tanggung jawab terhadap banyak ras.
Film kembali memperlihatkan kemampuannya menyelesaikan konflik melalui negosiasi maupun kekuatan ketika diperlukan.
Tema Perdamaian
Kingdom of Kaien dibangun sebagai tempat yang seharusnya bebas dari perang.
Karena itu, ancaman konflik menjadi tragedi terhadap prinsip yang menjadi dasar negara tersebut.
Rimuru mempunyai pengalaman serupa karena Tempest juga dibangun sebagai tempat berbagai ras dapat hidup bersama.
Tema Kepercayaan
Yura harus mempercayai orang asing dari dunia permukaan ketika meninggalkan negerinya.
Rimuru juga harus menentukan apakah cerita Yura dapat dipercaya sebelum membawa kelompoknya ke Kaien.
Film memperlihatkan bahwa perdamaian antarmasyarakat selalu membutuhkan keberanian untuk mempercayai pihak lain.
Tema Pengkhianatan
Konspirasi dari dalam kerajaan membuat pengkhianatan menjadi bagian penting cerita.
Ancaman paling berbahaya tidak selalu datang dari musuh yang terlihat jelas.
Kepercayaan masyarakat terhadap pemimpin serta pejabat mereka menjadi semakin rapuh ketika rencana tersembunyi mulai terungkap.
Tema Tradisi dan Perubahan
Kaien mempunyai tradisi panjang yang dibangun seputar Water Dragon.
Namun, hubungan dengan dunia permukaan memperkenalkan teknologi serta cara hidup baru.
Perubahan tersebut dapat membawa perkembangan tetapi juga menciptakan konflik mengenai masa depan kerajaan.
Tema Isolasi
Kaien berada jauh dari dunia permukaan dan telah hidup secara relatif terpisah.
Isolasi memberikan keamanan tetapi juga membuat pengetahuan masyarakat mengenai dunia luar terbatas.
Film menggunakan situasi tersebut untuk memperlihatkan keuntungan sekaligus bahaya hidup terlalu tertutup.
Tema Utopia
Kingdom of Kaien pada awalnya hampir terdengar seperti utopia.
Masyarakatnya mendapatkan negeri bebas perang yang diberikan Water Dragon.
Namun, film mempertanyakan apakah sebuah tempat dapat tetap sempurna ketika manusia atau makhluk di dalamnya masih mempunyai ambisi.
Tema Kekuatan dan Tanggung Jawab
Water Dragon mempunyai kekuatan sangat besar.
Masalah bukan hanya apakah kekuatan tersebut dapat digunakan, tetapi siapa yang mempunyai hak menentukan penggunaannya.
Film kembali menampilkan gagasan bahwa kekuatan besar selalu membutuhkan tanggung jawab.
Tema Doa
Yura bertugas menyampaikan doa masyarakat kepada Water Dragon.
Doa tersebut merupakan simbol harapan warga agar perdamaian tetap bertahan.
Ketika flute serta ritual mulai dimanfaatkan untuk tujuan lain, makna spiritual tersebut berubah menjadi bagian konflik.
Tema Laut
Laut tidak hanya menjadi latar visual.
Ia mewakili dunia yang belum dikenal Rimuru dan penonton, sekaligus tempat yang menyimpan sejarah serta masyarakat tersendiri.
Warna biru, kedalaman, dan arus memberikan film atmosfer berbeda dari cerita Tempest sebelumnya.
Makna Tears of the Azure Sea
Judul Tears of the Azure Sea berhubungan dengan laut biru yang menjadi pusat film.
Kata “tears” memberikan nada emosional yang menunjukkan bahwa konflik tidak hanya berhubungan dengan perang, tetapi juga kehilangan, doa, serta perasaan karakter.
Judul tersebut terasa semakin kuat ketika rahasia Yura dan Water Dragon mulai terungkap.
Original Story dari Fuse
Cerita film dikembangkan dari original story concept karya Fuse.
Ia juga memberikan full supervision terhadap proyek.
Hal tersebut membantu memastikan karakter serta worldbuilding tetap konsisten dengan franchise utama meskipun ceritanya dibuat khusus untuk film.
Fuse sebagai Kreator Tensura
Fuse merupakan penulis yang menciptakan dunia That Time I Got Reincarnated as a Slime.
Karya tersebut bermula dari web novel sebelum berkembang menjadi light novel, manga, anime, game, dan film.
Keterlibatannya pada proyek layar lebar memberi hubungan langsung dengan sumber asli.
Yasuhito Kikuchi sebagai Sutradara
Film disutradarai Yasuhito Kikuchi.
Ia mempunyai hubungan panjang dengan adaptasi anime Tensura dan memahami karakter serta ritme franchise.
Untuk film ini, ia juga terlibat dalam penulisan skenario bersama Toshizo Nemoto.
Toshizo Nemoto dan Yasuhito Kikuchi sebagai Penulis
Skenario film ditulis Toshizo Nemoto dan Yasuhito Kikuchi.
Mereka menerjemahkan konsep original Fuse menjadi cerita berdurasi feature.
Struktur film harus menyeimbangkan karakter lama, karakter baru, comedy, worldbuilding, dan action dalam waktu sekitar 104 menit.
Eight Bit sebagai Studio Animasi
Eight Bit kembali menangani produksi animasi.
Studio tersebut sudah lama terlibat dalam serial televisi Tensura.
Konsistensi studio membantu mempertahankan desain karakter serta identitas visual franchise.
Ryoma Ebata sebagai Character Designer
Ryoma Ebata menangani character design.
Film membutuhkan karakter lama tetap mudah dikenali sambil menghadirkan desain baru untuk Yura, Zodon, Djeese, Mio, dan Yori.
Desain tersebut juga harus sesuai dengan budaya bawah laut Kaien.
Takahiro Kishida sebagai Monster Designer
Takahiro Kishida menangani monster design.
Dunia Tensura dipenuhi berbagai ras serta makhluk supernatural sehingga desain monster mempunyai fungsi besar.
Lingkungan laut memberikan kesempatan menampilkan bentuk yang berbeda dari monster daratan.
Thomas Romain sebagai Concept Artist
Thomas Romain tercatat menangani concept art.
Peran tersebut penting dalam membangun visual kerajaan, lingkungan, serta teknologi yang belum pernah muncul sebelumnya.
Kaien membutuhkan bahasa visual sendiri agar tidak terasa seperti Tempest yang sekadar dipindahkan ke bawah laut.
Pomodorosa dan Costume Design
Pomodorosa terlibat dalam image board dan costume design.
Karakter original mempunyai kostum yang membantu memperlihatkan identitas budaya Kaien.
Desain pakaian juga bekerja bersama arsitektur dan warna untuk membangun masyarakat bawah laut.
Art Direction
Ayumu Sato menjadi art director.
Studio Naya menangani bagian art dalam produksi.
Lingkungan resort, laut, serta Kaien membutuhkan banyak background baru yang tidak dapat hanya mengandalkan aset serial televisi.
CG dalam Tears of the Azure Sea
Hironori Morino tercatat sebagai CG director.
CG membantu menangani berbagai elemen rumit seperti lingkungan, air, struktur besar, dan action tertentu.
Penggabungan CG dan animasi 2D digunakan untuk menciptakan skala yang sesuai dengan film layar lebar.
Yumi Jinguji sebagai Editor
Yumi Jinguji menangani editing.
Film mempunyai banyak karakter sehingga ritme harus dijaga agar tidak terasa seperti rangkaian cameo.
Editing juga penting dalam memindahkan cerita dari bagian liburan menuju mystery dan kemudian action besar.
Hiroshi Sato sebagai Director of Photography
Hiroshi Sato menangani cinematography.
Warna laut serta pencahayaan di bawah air menjadi elemen baru yang membutuhkan pendekatan visual berbeda.
Nuansa biru menjadi identitas utama yang terlihat sejak materi promosi film.
Jin Aketagawa sebagai Sound Director
Jin Aketagawa kembali menangani sound direction.
Film membutuhkan perpaduan dialog, efek pertarungan, ambience laut, dan musik agar dunia terasa hidup.
Format bioskop juga memberikan ruang lebih besar bagi desain suara dibandingkan penayangan televisi biasa.
Hitoshi Fujima sebagai Komposer
Musik film digubah Hitoshi Fujima dari Elements Garden.
Score mendukung bagian comedy, petualangan, mystery, dan pertempuran.
Latar laut memberikan kesempatan menggunakan warna musik yang berbeda dari cerita sebelumnya.
TRUE dan Lagu Utopia
TRUE membawakan theme song berjudul Utopia.
Lagu tersebut dibuat dengan memperhatikan dunia laut biru yang menjadi panggung utama film.
Judulnya juga berkaitan dengan gagasan Kingdom of Kaien sebagai negeri damai yang seharusnya ideal.
Makna Lagu Utopia
Kaien dapat dilihat sebagai sebuah utopia karena masyarakatnya mencari tempat tanpa perang.
Namun, cerita memperlihatkan bahwa kedamaian tidak otomatis bertahan selamanya.
Lagu Utopia kemudian mempunyai hubungan tematik dengan dunia yang ingin dipertahankan para karakter.
ARCANA PROJECT dan Renai No
ARCANA PROJECT membawakan insert song Renai No.
Lagu tersebut dibuat untuk mendukung bagian film yang lebih komikal serta memiliki sedikit nuansa romantis.
Keberadaannya membantu memberi variasi terhadap soundtrack.
STEREO DIVE FOUNDATION dan ASH
STEREO DIVE FOUNDATION bekerja bersama ASH pada insert song berjudul Harmonics.
Lagu tersebut dirancang mempunyai perubahan intensitas sesuai kebutuhan adegan.
Musik digunakan untuk meningkatkan energi pada bagian film yang lebih besar dan dramatis.
Yura Character Song
Yura juga mempunyai character song berjudul Sōkoku.
Lagu tersebut dibawakan Saori Onishi sebagai pengisi suara karakter.
Kehadirannya memperkuat posisi Yura sebagai figur original paling penting dalam film.
Film Kedua Tensura
Tears of the Azure Sea merupakan film anime layar lebar kedua franchise.
Film pertama adalah That Time I Got Reincarnated as a Slime the Movie: Scarlet Bond yang dirilis pada 2022.
Keduanya menggunakan cerita original untuk memperluas dunia di luar alur utama serial televisi.
Perbedaan dengan Scarlet Bond
Scarlet Bond membawa Rimuru menuju Raja Kingdom dan memperkenalkan karakter seperti Hiiro serta Towa.
Tears of the Azure Sea memilih arah berbeda dengan membawa petualangan menuju kerajaan bawah laut.
Dengan demikian, film kedua tidak sekadar mengulang formula lokasi serta konflik yang sama.
Hubungan dengan Season 3
Kondisi Rimuru dalam film mencerminkan perkembangan yang sudah dicapai setelah berbagai peristiwa besar dalam serial.
Founding Festival telah selesai dan hubungan Tempest dengan beberapa negara serta Demon Lord lain semakin berkembang.
Karena itu, penonton yang mengikuti anime akan mengenali banyak hubungan yang menjadi latar bagian awal film.
Hubungan dengan Season 4
Film dirilis pada periode ketika Season 4 anime juga menjadi bagian besar perkembangan franchise pada 2026.
Cerita film tetap dibuat sebagai original adventure sehingga tidak sekadar mengadaptasi arc utama Season 4.
Hal tersebut memungkinkan movie mempunyai konflik lengkap tersendiri.
Apakah Ceritanya Original?
Ya, film menggunakan completely new story untuk versi layar lebar.
Fuse membuat original story concept dan memberikan supervisi penuh.
Karena itu, Kingdom of Kaien serta sejumlah karakter utama film merupakan tambahan khusus terhadap dunia anime.
Apakah Penonton Baru Bisa Menonton?
Film tetap dibuat agar dapat dinikmati sebagai petualangan tersendiri.
Namun, penonton yang mengenal serial akan mendapatkan pemahaman jauh lebih baik mengenai Rimuru, Tempest, Demon Lords, dan hubungan antarkarakter.
Semakin banyak latar seri yang diketahui, semakin mudah memahami humor serta dinamika kelompok.
Apakah Harus Menonton Scarlet Bond Terlebih Dahulu?
Tears of the Azure Sea bukan kelanjutan langsung dari konflik utama Scarlet Bond.
Kedua film mempunyai karakter original serta lokasi utama berbeda.
Karena itu, film pertama bukan syarat mutlak untuk memahami cerita dasar film kedua.
Tanggal Rilis Jepang
Film dirilis secara nasional di Jepang pada 27 Februari 2026.
Penayangan bioskop tersebut menjadi awal distribusi film sebelum masuk berbagai pasar internasional.
Materi promosi sudah mulai diperkenalkan sejak 2025.
Rilis Internasional
Crunchyroll menangani distribusi teatrikal di berbagai wilayah internasional.
Penayangan global berlangsung bertahap mulai akhir April dan Mei 2026.
Amerika Utara mendapatkan penayangan bioskop pada awal Mei 2026.
Streaming di Crunchyroll
Setelah periode theatrical, film masuk Crunchyroll pada Juli 2026 untuk wilayah yang didukung.
Hal tersebut memperluas akses kepada penonton internasional yang tidak sempat menyaksikannya di bioskop.
Ketersediaan bahasa dan subtitle dapat berbeda berdasarkan wilayah.
Streaming di Jepang
Di Jepang, U-NEXT mendapatkan periode streaming eksklusif mulai Juni 2026.
Setelah itu, situs resmi mengumumkan perluasan rental serta digital sell melalui berbagai layanan pada Agustus 2026.
Distribusi digital menjadi fase berikutnya setelah perjalanan bioskop.
Blu-ray dan DVD
Blu-ray serta DVD Jepang dijadwalkan rilis pada 25 September 2026.
Versi Blu-ray mencantumkan durasi film utama sekitar 104 menit.
Edisi khusus juga menghadirkan berbagai bonus tambahan bagi penggemar franchise.
Durasi Tears of the Azure Sea
Film mempunyai durasi sekitar 104 menit atau satu jam 44 menit.
Durasi tersebut lebih panjang daripada beberapa episode anime sekaligus cukup ringkas untuk cerita petualangan mandiri.
Waktu tersebut digunakan untuk memperkenalkan Kaien, karakter baru, mystery, dan pertarungan berskala besar.
Genre Film
Film berada dalam genre anime, action, adventure, fantasy, dan isekai.
Comedy tetap hadir sebagai bagian penting karena interaksi Rimuru dengan para sahabatnya tidak berubah.
Namun, konflik Water Dragon memberikan stakes yang cukup besar untuk layar lebar.
Action dalam Tears of the Azure Sea
Materi resmi menekankan adanya large-scale action fantasy di kerajaan bawah laut.
Rimuru serta kelompok Tempest menghadapi lawan yang membutuhkan kemampuan supernatural mereka.
Lingkungan laut juga memberikan variasi baru terhadap koreografi pertarungan.
Comedy dalam Tears of the Azure Sea
Walaupun konflik utamanya cukup serius, film tidak meninggalkan humor khas Tensura.
Bagian liburan memberi ruang besar kepada karakter untuk bercanda dan berinteraksi tanpa tekanan perang.
Gobta serta Veldora tetap menjadi figur yang mudah digunakan untuk menghasilkan comedy.
Worldbuilding sebagai Kekuatan Film
Salah satu daya tarik terbesar franchise adalah kemampuan memperkenalkan negara serta ras baru.
Kingdom of Kaien melanjutkan kekuatan tersebut dengan masyarakat, struktur politik, tradisi, serta kepercayaan sendiri.
Film tidak hanya menawarkan monster baru tetapi juga memperluas peta dunia.
Diplomasi Tempest Semakin Luas
Perjalanan menuju Kaien dapat membuka hubungan Tempest dengan masyarakat yang sebelumnya terisolasi.
Rimuru sering menyelesaikan konflik dengan membangun hubungan baru setelah pertempuran selesai.
Hal tersebut sesuai dengan tujuan awalnya menciptakan dunia tempat berbagai ras dapat hidup bersama.
Persahabatan sebagai Fondasi Tensura
Rimuru memperoleh kekuatan bukan hanya dari skill tetapi dari hubungan yang dibangunnya.
Film kembali menggunakan gagasan tersebut ketika Yura meminta bantuan orang-orang yang baru ditemuinya.
Kepercayaan antara karakter dari dunia berbeda menjadi bagian penting dalam menghadapi ancaman.
Rimuru sebagai Simbol Kerja Sama Antar Ras
Tempest dihuni goblin, ogre, orc, dwarf, demon, beast, dan berbagai ras lain.
Karena itu, Rimuru mempunyai pengalaman membangun masyarakat dari kelompok yang sebelumnya bermusuhan.
Pengalaman tersebut membuat dirinya menjadi figur yang sangat cocok membantu Kaien menghadapi konflik internal.
Ancaman terhadap Dunia Permukaan
Rencana membangunkan Water Dragon bukan hanya masalah lokal Kaien.
Jika makhluk tersebut diarahkan menuju dunia permukaan, berbagai negara dapat terkena dampaknya.
Hal tersebut membuat Rimuru mempunyai alasan politik sekaligus moral untuk ikut campur.
Yura dan Kekuatan Tersembunyi
Sinopsis resmi menekankan bahwa sebuah kekuatan rahasia milik Yura terungkap selama kekacauan seputar flute.
Informasi tersebut menjadikan dirinya lebih dari sekadar karakter yang datang meminta bantuan.
Perjalanan Yura sendiri menjadi bagian besar dari penyelesaian konflik.
Misteri Zodon
Zodon pada awalnya terlihat sebagai pengejar Yura karena mendapatkan perintah dari Djeese.
Namun, statusnya sebagai karakter kunci membuat motivasi serta posisinya perlu dilihat lebih dekat.
Film menggunakan figur seperti dirinya untuk mempertahankan ketidakpastian mengenai siapa yang benar-benar menjadi ancaman.
Djeese dan Modernisasi Kaien
Djeese telah mempelajari peradaban serta budaya dunia permukaan.
Kontribusinya membantu Kaien berkembang dan membuat dirinya sangat dipercaya oleh King Reet.
Namun, hubungan antara kemajuan serta ambisi menjadi salah satu topik yang menarik dalam konteks kerajaan tertutup.
Tradisi Melawan Modernisasi
Kaien mempunyai tradisi spiritual yang berpusat pada Water Dragon.
Pada saat sama, terdapat minat terhadap teknologi serta budaya dari permukaan.
Film dapat dibaca sebagai konflik mengenai bagaimana sebuah masyarakat mempertahankan identitas ketika menghadapi perubahan.
Kenapa Film Ini Menarik untuk Penggemar Tensura?
Film membawa kembali hampir seluruh karakter populer sambil menghadirkan tempat serta cast baru.
Penggemar mendapatkan kesempatan melihat Rimuru dalam suasana liburan, hubungan diplomatik, dan pertempuran besar dalam satu cerita.
Latar laut juga memberi variasi visual yang belum pernah menjadi pusat film sebelumnya.
Kenapa Film Ini Menarik untuk Penggemar Anime Fantasy?
Penonton fantasy mendapatkan kerajaan bawah laut, guardian dragon, magic, politik, dan berbagai ras.
Konsep tersebut memberikan petualangan yang cukup mudah dinikmati meskipun tidak mengikuti seluruh detail light novel.
Animasi layar lebar juga memberi ruang lebih besar untuk spectacle.
Siapa yang Cocok Menonton Tears of the Azure Sea?
Film paling cocok bagi penggemar That Time I Got Reincarnated as a Slime, anime isekai, fantasy adventure, dan cerita dengan worldbuilding besar.
Penggemar Rimuru, Veldora, Milim, Benimaru, Shion, Hinata, dan karakter lain akan mendapatkan banyak wajah familiar.
Penonton yang menyukai kerajaan bawah laut serta monster fantasy juga memiliki alasan tambahan untuk menontonnya.
Apakah Tears of the Azure Sea (2026) Layak Ditonton?
That Time I Got Reincarnated as a Slime the Movie: Tears of the Azure Sea layak dipertimbangkan terutama bagi penonton yang sudah mengikuti perjalanan Rimuru.
Film menawarkan sesuatu yang cukup berbeda melalui Kingdom of Kaien, Water Dragon, Yura, serta visual laut yang menjadi identitas utamanya.
Keterlibatan langsung Fuse sebagai pencipta original story dan supervisor juga membuat cerita tetap mempunyai hubungan kuat dengan dunia Tensura.
Kesimpulan
That Time I Got Reincarnated as a Slime the Movie: Tears of the Azure Sea (2026) membawa Rimuru Tempest keluar dari rutinitas membangun Jura Tempest Federation dan menuju petualangan baru di laut. Setelah Founding Festival selesai, Rimuru serta sahabatnya menerima undangan Elmesia untuk menikmati liburan di resort island, tetapi suasana santai berakhir ketika Yura datang meminta bantuan.
Yura berasal dari Kingdom of Kaien, kerajaan tersembunyi di dasar laut yang selama berabad-abad hidup damai di bawah perlindungan Water Dragon. Rencana untuk membangunkan sang guardian deity dan menyerang dunia permukaan membuat Rimuru harus memasuki negeri tersebut, mengungkap konspirasi di balik Dragon Fang, memahami rahasia Yura, serta mencegah konflik yang dapat menghancurkan perdamaian antardunia.
Dengan arahan Yasuhito Kikuchi, original story dan supervisi Fuse, skenario Toshizo Nemoto bersama Yasuhito Kikuchi, animasi Eight Bit, musik Hitoshi Fujima, theme song Utopia dari TRUE, serta jajaran pengisi suara seperti Miho Okasaki, Saori Onishi, Koichi Domoto, Koji Yusa, Nao Kosaka, Kaho Fujishima, Asuna Tomari, Makoto Furukawa, Sayaka Senbongi, M.A.O, Takuya Eguchi, Tomoaki Maeno dan Rina Hidaka, film berdurasi sekitar 104 menit ini menawarkan fantasy adventure lengkap dengan comedy, politik, persahabatan, action, naga, dan worldbuilding bawah laut. Penonton yang ingin mengetahui apakah Rimuru dan para sahabatnya mampu menghentikan kebangkitan Water Dragon serta mengembalikan perdamaian ke Kingdom of Kaien dapat nonton That Time I Got Reincarnated as a Slime the Movie: Tears of the Azure Sea (2026) hingga selesai.
