Outcry (2025)
Nonton Outcry (2025) menghadirkan drama Iran yang memadukan musik, romansa, dan kritik sosial melalui kisah seorang penyanyi muda bernama Seti. Tinggal di Tehran, ia menolak menerima kenyataan bahwa perempuan tidak diperbolehkan tampil sebagai penyanyi solo di ruang publik, lalu menjadikan jalanan sebagai panggung untuk menyuarakan dirinya sendiri.
nonton Outcry (2025)
Outcry memiliki judul asli Bidad dan merupakan film drama Iran tahun 2025 yang ditulis sekaligus disutradarai oleh Soheil Beiraghi. Film berdurasi sekitar 104 menit ini dibintangi Sarvin Zabetian, Amir Jadidi, Leili Rashidi, Ali Mollagholi Poor, dan Farzad Raha.
Selain menyutradarai dan menulis skenario, Beiraghi juga bertindak sebagai produser serta terlibat dalam penyuntingan film. Produksi dilakukan melalui Alef Pictures, dengan Payman Shadmanfar menangani sinematografi dan Bamdad Afshar menggarap musik.
Seti Bermimpi Menjadi Penyanyi
Tokoh utama film adalah Seti, perempuan muda dari generasi baru Tehran yang memiliki kecintaan besar terhadap musik. Ia ingin suaranya didengar sebagai penyanyi, bukan hanya ditempatkan di belakang penyanyi laki-laki atau dibatasi pada ruang privat.
Keinginannya sederhana tetapi membawa konsekuensi besar karena lingkungan tempat ia tinggal tidak memberi kebebasan yang sama kepada penyanyi perempuan untuk tampil secara terbuka. Dari sinilah ambisi pribadi Seti perlahan berubah menjadi tindakan perlawanan.
Jalanan Tehran Menjadi Panggung
Ketika kesempatan tampil secara normal terus tertutup, Seti mengambil keputusan untuk bernyanyi langsung di ruang publik. Jalanan Tehran kemudian menjadi panggung, sedangkan orang-orang yang kebetulan lewat menjadi penontonnya.
Aksi tersebut pada awalnya merupakan cara Seti mengekspresikan dirinya, tetapi video dan kabar mengenai penampilannya mulai mendapatkan perhatian. Popularitasnya membuat ia berkembang dari penyanyi jalanan menjadi simbol bagi anak muda yang juga ingin menjalani kehidupan dengan cara mereka sendiri.
Sarvin Zabetian sebagai Seti
Sarvin Zabetian memerankan Seti dan menjadi pusat emosional film. Karakter tersebut digambarkan penuh keberanian, keras kepala, dan sangat yakin bahwa kecintaannya terhadap musik tidak seharusnya membuat dirinya harus meninggalkan rumah atau negaranya.
Seti bukan karakter yang melihat dirinya sebagai pahlawan politik sejak awal. Film lebih dulu memperlihatkannya sebagai musisi muda yang hanya ingin bernyanyi, sebelum keadaan sosial di sekitarnya membuat tindakan sederhana tersebut memperoleh makna yang jauh lebih besar.
Amir Jadidi sebagai Bebin
Amir Jadidi tampil sebagai Bebin, salah satu karakter penting yang berhubungan dengan perjalanan Seti. Kehadirannya membawa unsur hubungan personal dan romansa ke dalam cerita yang sebelumnya banyak berfokus pada musik serta perlawanan individu.
Hubungan antarkarakter membuat Outcry tidak bergerak hanya sebagai drama sosial. Film juga mengeksplorasi bagaimana cinta, loyalitas, dan ketakutan dapat berubah ketika kehidupan pribadi seseorang mulai berhadapan dengan tekanan dari lingkungan yang lebih besar.
Leili Rashidi sebagai Homeyra
Leili Rashidi memerankan Homeyra dan melengkapi jajaran pemeran utama bersama Sarvin Zabetian dan Amir Jadidi. Kehadiran karakter-karakter dari generasi serta latar berbeda membantu film menggambarkan berbagai respons terhadap keberanian Seti.
Ada orang yang melihat tindakannya sebagai sesuatu yang berbahaya, sementara pihak lain justru menganggapnya sebagai bentuk keberanian. Perbedaan pandangan tersebut menjadi salah satu sumber konflik yang membuat cerita terasa lebih kompleks.
Musik Menjadi Bentuk Perlawanan
Musik dalam Outcry bukan hanya elemen hiburan. Bagi Seti, bernyanyi menjadi cara untuk mempertahankan identitas dan menunjukkan bahwa dirinya berhak memiliki ruang seperti musisi lainnya.
Ketika penampilannya mulai mendapatkan perhatian, suara Seti memperoleh arti yang lebih luas. Ia mewakili generasi muda yang terhubung dengan budaya global dan memiliki ekspektasi berbeda mengenai kebebasan dibandingkan generasi sebelumnya.
Film Dibuat Secara Independen
Produksi Outcry memiliki latar yang tidak biasa karena film dibuat secara independen tanpa jalur produksi resmi yang biasanya digunakan di Iran. Soheil Beiraghi menjelaskan bahwa cerita dan sudut pandang film tersebut tidak mungkin lolos melalui proses sensor normal.
Situasi produksi tersebut membuat tema film terasa berkaitan langsung dengan proses pembuatannya. Cerita mengenai seorang perempuan yang berusaha agar suaranya tidak dibungkam dibuat oleh tim yang juga harus menghadapi risiko besar untuk membawa film tersebut kepada penonton.
World Premiere di Karlovy Vary 2025
Outcry melakukan world premiere di Karlovy Vary International Film Festival pada Juli 2025 dan masuk ke kompetisi utama Crystal Globe. Keikutsertaannya sempat dirahasiakan oleh pihak festival sampai mendekati penayangan untuk membantu melindungi keselamatan pembuat film dan delegasinya.
Film kemudian memperoleh Special Jury Prize pada festival tersebut. Juri memuji keberanian film serta caranya berpindah dari thriller tentang ketidakadilan sosial menuju melodrama keluarga, romansa, dan cerita tentang menghadapi kesulitan.
Potret Generasi Z di Tehran
Salah satu hal yang ingin ditonjolkan Beiraghi adalah kehidupan generasi muda Iran yang berbeda dari gambaran tradisional yang sering terlihat dari luar. Karakter Seti mewakili anak muda yang tumbuh dengan internet, budaya global, dan hubungan yang lebih luas dengan dunia internasional.
Film tidak menggambarkan mereka hanya sebagai korban. Mereka memiliki humor, musik, romansa, persahabatan, dan keinginan untuk menjalani kehidupan normal meskipun berada dalam situasi yang membatasi kebebasan pribadi.
Drama tentang Suara dan Kebebasan
Outcry cocok bagi penonton yang menyukai drama sosial, film bertema musik, kisah coming-of-age, dan cerita mengenai kebebasan berekspresi. Perjalanan Seti menunjukkan bagaimana keinginan sederhana untuk bernyanyi dapat berkembang menjadi tindakan yang memiliki konsekuensi sosial jauh lebih besar.
Bagi penonton yang ingin mengetahui bagaimana Seti menghadapi perhatian publik, tekanan sosial, dan perubahan dalam kehidupan pribadinya setelah mulai bernyanyi di jalanan Tehran, film ini menawarkan drama yang penuh energi sekaligus reflektif. Untuk mengikuti kisahnya secara lengkap, kunjungi halaman nonton Outcry (2025).
