Panor 2 (2026)
Nonton Panor 2 (2026) menghadirkan kelanjutan kisah Panor dalam dunia horor Thailand yang dipenuhi sihir hitam, kutukan, dan ritual mengerikan. Setelah berhasil melepaskan diri dari kekuatan Dewa Bermata Tiga serta kehilangan ingatan tentang masa lalunya, Panor mencoba menjalani kehidupan normal sebagai mahasiswi, tetapi kedamaian tersebut kembali terancam ketika kekuatan lama di dalam dirinya mulai bangkit.
nonton Panor 2 (2026)
Panor 2 merupakan film horor, misteri, dan thriller asal Thailand tahun 2026 yang disutradarai oleh Putipong Saisikaew. Film berdurasi sekitar 125 menit ini diproduksi oleh Five Star Production dan dibintangi kembali oleh Cherprang Areekul sebagai Panor Boonsuk.
Film ini dirilis di Thailand pada 15 Januari 2026 dan kemudian tayang di Indonesia pada 11 Februari 2026. Panor 2 melanjutkan kisah dari Panor atau Art of the Devil: Beginning, dengan fokus lebih dalam pada kutukan yang berhubungan dengan Dewa Bermata Tiga.
Panor Memulai Kehidupan Baru
Setelah berbagai kejadian mengerikan sebelumnya, Panor akhirnya berhasil membebaskan dirinya dari kutukan gelap yang telah melekat sejak kelahirannya. Kekuatan Dewa Bermata Tiga yang pernah berada di dalam tubuhnya berhasil disegel, sementara ingatan mengenai masa lalunya dihapus.
Tanpa kenangan tentang teror sebelumnya, Panor mencoba memulai hidup baru. Ia akhirnya mendapatkan kesempatan mengejar impiannya untuk belajar di sebuah perguruan tinggi keguruan dan menjalani kehidupan seperti mahasiswa biasa.
Piak Tetap Mengawasi Panor dari Jauh
Jackrin Kungwankiatichai kembali tampil sebagai Piak, karakter yang memiliki hubungan penting dengan perjalanan Panor. Meskipun Panor tidak lagi mengingat seluruh pengalaman masa lalunya, Piak masih mengetahui bahaya yang dapat muncul apabila kekuatan Dewa Bermata Tiga kembali terbangun.
Ia memilih membantu dan menjaga Panor dari kejauhan tanpa mengganggu kehidupan barunya. Namun, situasi tersebut menjadi semakin sulit ketika berbagai kejadian mulai memicu kembali kekuatan supernatural yang telah lama disegel.
Kekuatan Dewa Bermata Tiga Kembali Mengancam
Kedamaian Panor tidak berlangsung lama karena terdapat pemicu tertentu yang dapat membangkitkan kembali kekuatan Dewa Bermata Tiga. Seseorang yang mengetahui rahasia gelap Panor mulai memainkan keadaan sehingga kekuatan tersebut semakin sulit dikendalikan.
Ancaman terbesar bukan hanya datang dari luar. Jika kekuatan tersebut sepenuhnya bangkit, Panor berisiko berubah menjadi sosok yang sangat berbeda dari dirinya yang sekarang dan kembali terseret ke dunia sihir hitam.
Cherprang Areekul Kembali sebagai Panor
Cherprang Areekul kembali menjadi pusat cerita melalui perannya sebagai Panor Boonsuk. Dalam sekuel ini, Panor berada dalam kondisi berbeda karena ia tidak lagi memiliki ingatan mengenai banyak kejadian mengerikan yang membentuk kehidupannya sebelumnya.
Situasi tersebut menciptakan konflik menarik ketika penonton mengetahui bahaya yang mengelilinginya sementara Panor sendiri mencoba memahami mengapa berbagai kejadian aneh terus muncul. Perjalanan karakternya kembali berkaitan dengan identitas, takdir, dan kekuatan yang tidak pernah benar-benar dapat ia tinggalkan.
Pemeran Baru dan Lama dalam Panor 2
Selain Cherprang Areekul dan Jackrin Kungwankiatichai, Panor 2 menampilkan Pimmada Chaisakaoen sebagai Mint dan Chinawut Indracusin sebagai Chatri. D-na Suriwatsa Vivatvanit berperan sebagai Kratai, sementara Siwat Jumlongkul tampil sebagai Mac.
Earth Katsamonnat Namwirote memerankan Manao, Guntapat Kasemsan Na Ayudhya sebagai Nick, Pijika Jittaputta sebagai Masuri, dan Suthita Chanachaisuwan sebagai Wilai. Kehadiran berbagai karakter tersebut memperluas lingkungan baru Panor ketika ia mulai menjalani kehidupan perguruan tinggi.
Sihir Hitam dan Ritual Menjadi Pusat Horor
Panor 2 mempertahankan dunia sihir hitam Thailand yang menjadi bagian penting dari film sebelumnya. Kutukan, ritual mistis, dan kekuatan supernatural kembali digunakan untuk membangun suasana horor yang lebih gelap.
Film tidak hanya mengandalkan penampakan menyeramkan, tetapi juga ritual dengan konsekuensi fisik yang brutal. Karena kandungan kekerasan serta adegan mistis yang intens, Lembaga Sensor Film Indonesia mengklasifikasikan Panor 2 untuk penonton berusia 21 tahun ke atas.
Produksi Five Star Production
Panor 2 diproduksi oleh Five Star Production Co., Ltd dengan Kiatkamon Iamphungporn dan Peerasak Saksiri sebagai produser. Skenario ditulis oleh Nattapot Potchumnean, Peerasak Saksiri, dan Nattamol Peanthanom.
Saran Srisingchai dan Natapon Liamwinit menangani sinematografi, sedangkan Amornthep Boonyamakorn serta Atikhun Phetkrathok mengerjakan proses editing. Musik film digarap oleh Ekkaphop Khiaoyasi, membantu memperkuat atmosfer gelap dan misterius dalam perjalanan Panor.
Sekuel yang Memperluas Kisah Panor
Jika film sebelumnya berfokus pada asal-usul kutukan Panor, sekuel ini mengeksplorasi apa yang terjadi setelah ia mencoba meninggalkan masa lalu. Hilangnya ingatan tidak serta-merta menghapus kekuatan yang pernah menjadi bagian dari dirinya.
Konsep tersebut membuat Panor 2 tidak hanya menjadi cerita tentang kutukan baru, tetapi juga mengenai takdir yang terus mengejar seseorang meskipun ia telah berusaha memulai kembali kehidupannya. Masa lalu Panor perlahan kembali menjadi ancaman bagi masa depan yang sedang dibangunnya.
Horor Thailand tentang Kutukan dan Takdir
Panor 2 cocok bagi penonton yang menyukai horor Thailand dengan tema ilmu hitam, kerasukan, ritual kuno, dan karakter yang dihantui oleh masa lalu. Konflik mengenai kebangkitan Dewa Bermata Tiga memberikan cerita supernatural sekaligus ancaman personal bagi Panor.
Bagi penonton yang ingin mengetahui apakah Panor mampu mempertahankan kehidupan barunya atau kembali dikuasai kekuatan mengerikan di dalam dirinya, film ini menawarkan kelanjutan yang lebih dalam terhadap dunia sebelumnya. Untuk mengikuti kembali perjalanan Panor menghadapi kutukan dan rahasia Dewa Bermata Tiga, kunjungi halaman nonton Panor 2 (2026).
