Hijra (2025)
Hijra (2025) adalah film drama petualangan asal Arab Saudi yang ditulis dan disutradarai oleh Shahad Ameen. Berlatar perjalanan melintasi gurun menuju Mekkah, film berdurasi sekitar 115 menit ini mengikuti seorang gadis berusia 12 tahun, kakaknya, dan nenek mereka dalam perjalanan untuk menunaikan ibadah Haji yang berubah menjadi pencarian penuh ketegangan setelah salah satu anggota keluarga tiba-tiba menghilang.
nonton Hijra (2025)
Cerita Hijra berpusat pada Janna, gadis berusia 12 tahun yang melakukan perjalanan menuju Mekkah bersama neneknya yang tegas, Sitti, dan kakaknya yang berusia 18 tahun, Sarah. Tujuan awal mereka adalah menunaikan Haji bersama, tetapi perjalanan keluarga tersebut berubah drastis sebelum mereka mencapai tujuan.
Sarah tiba-tiba menghilang, meninggalkan Janna dan Sitti dengan banyak pertanyaan. Kejadian tersebut membuat perjalanan spiritual mereka berubah menjadi pencarian panjang yang membuka berbagai rahasia, konflik keluarga, dan perbedaan pandangan antara tiga generasi perempuan.
Hilangnya Sarah Mengubah Arah Perjalanan
Kepergian Sarah menjadi pusat konflik dalam Hijra. Sitti tidak ingin menyerah dan memutuskan melakukan perjalanan ke arah utara untuk mencari cucunya, sementara Janna ikut bersamanya melewati lingkungan dan masyarakat yang sebelumnya belum pernah ia kenal.
Pencarian tersebut tidak hanya bertujuan menemukan Sarah secara fisik. Setiap langkah juga membuka pertanyaan mengenai alasan Sarah pergi, hubungan yang selama ini tersembunyi dalam keluarga, serta tekanan yang dialami perempuan muda ketika keinginan pribadi bertabrakan dengan harapan keluarga.
Hubungan Janna dan Sitti Menjadi Pusat Emosional
Janna dan Sitti berasal dari dua generasi yang memiliki pandangan berbeda mengenai kehidupan. Sitti dibentuk oleh tradisi dan pengalaman panjang, sementara Janna masih berada pada usia ketika rasa ingin tahu dan pertanyaan mengenai dunia terus berkembang.
Ketika keduanya harus melakukan perjalanan bersama tanpa Sarah, hubungan mereka perlahan berubah. Perbedaan yang sebelumnya terasa seperti sumber konflik justru menjadi jalan bagi keduanya untuk memahami rasa takut, penyesalan, dan harapan masing-masing.
Perjalanan Spiritual Menuju Mekkah
Haji menjadi bagian penting dari latar Hijra, tetapi film tidak hanya menjadikannya sebagai lokasi tujuan. Perjalanan fisik menuju Mekkah berkembang menjadi gambaran perjalanan batin para karakter ketika mereka harus menghadapi persoalan keluarga yang selama ini tidak pernah benar-benar diselesaikan.
Pencarian Sarah juga mulai menyerupai serangkaian ujian yang harus dilewati Janna dan Sitti. Dari perjalanan tersebut muncul tema mengenai pengampunan, penerimaan, dan kemungkinan menemukan kembali hubungan keluarga yang telah lama retak.
Lamar Faden sebagai Janna
Lamar Faden memerankan Janna, karakter muda yang menjadi salah satu pusat perspektif cerita. Melalui Janna, penonton melihat bagaimana pengalaman perjalanan dan hilangnya sang kakak perlahan mengubah cara seorang anak memahami keluarga serta dunia orang dewasa.
Khairiah Nathmy tampil sebagai Sitti, sementara Raghad Bokhari memerankan Sarah. Nawaf Al-Dhufairy hadir sebagai Ahmed dan Baraa Alem sebagai Rakan, dengan Lana Komsany, Ghaliah Ahmin, Aqab Al Dhubayani, dan sejumlah pemain lainnya melengkapi jajaran karakter.
Shahad Ameen di Balik Hijra
Hijra ditulis sekaligus disutradarai oleh Shahad Ameen, sineas Arab Saudi yang sebelumnya dikenal melalui film Scales. Dalam proyek ini, Ameen kembali menempatkan pengalaman perempuan, tradisi, dan perubahan sosial sebagai bagian penting dari cerita.
Film diproduksi melalui kolaborasi sejumlah perusahaan dari Arab Saudi, Irak, Mesir, dan Inggris. Mohamed Jabarah Al-Daradji dan Faisal Baltyuor termasuk di antara produser utama, sementara Mohamed Hefzy, Ayman Jamal, Ali Jbara Al-Darraji, dan beberapa nama lainnya terlibat dalam produksi.
Lanskap Gurun Menjadi Bagian Penting Visual
Perjalanan Janna dan Sitti membawa mereka melewati bentang alam gurun yang luas. Lingkungan tersebut bukan hanya menjadi latar visual, tetapi juga memperkuat perasaan keterasingan, ketidakpastian, dan beratnya perjalanan yang harus mereka hadapi.
Miguel I. Littin-Menz menangani sinematografi film, sementara Chris Richmond dan Ali Saad bertanggung jawab terhadap desain produksi. Musik digarap oleh Armand Amar, membantu membangun suasana reflektif dan emosional sepanjang perjalanan para karakter.
Bahasa dan Produksi Internasional
Hijra menggunakan beberapa bahasa, termasuk Arab, Urdu, Turki, dan Inggris. Penggunaan bahasa yang beragam mencerminkan perjalanan lintas wilayah serta interaksi para karakter dengan orang-orang berbeda yang mereka temui selama pencarian.
Film merupakan produksi bersama Arab Saudi, Irak, Mesir, dan Inggris. Kolaborasi tersebut membuat Hijra memiliki skala internasional meskipun cerita utamanya tetap sangat berakar pada kehidupan keluarga dan budaya Arab Saudi.
Premiere di Venice International Film Festival
Hijra melakukan pemutaran internasional di Venice International Film Festival 2025 melalui bagian Venezia Spotlight. Film ditayangkan pada 28 Agustus 2025 dan kemudian melanjutkan perjalanan ke sejumlah festival film internasional.
Film ini memenangkan NETPAC Award untuk Best Asian Film di Venice International Film Festival. Hijra juga meraih Yusr Jury Prize dan AlUla Audience Award di Red Sea International Film Festival, serta kemudian dipilih sebagai perwakilan Arab Saudi untuk kategori Best International Feature Film pada Academy Awards 2026.
Drama tentang Tiga Generasi Perempuan
Di balik pencarian Sarah, Hijra pada dasarnya merupakan cerita tentang hubungan perempuan dari generasi berbeda. Janna, Sarah, dan Sitti memiliki pandangan masing-masing mengenai kebebasan, kewajiban, keluarga, dan cara menjalani kehidupan.
Bagi penonton yang menyukai drama keluarga, perjalanan emosional, dan film dengan latar budaya Timur Tengah yang kuat, Anda dapat nonton Hijra (2025) untuk mengikuti perjalanan Janna dan Sitti mencari Sarah sekaligus menemukan kembali makna keluarga, pengampunan, dan hubungan antargenerasi.
