Girlfriends (2025)
Girlfriends (2025) atau 女孩不平凡 merupakan film drama romantis LGBTQ+ produksi Macau, Taiwan, Hong Kong, dan Thailand yang mengikuti perjalanan seorang perempuan dari usia 17 tahun hingga 34 tahun melalui tiga fase kehidupan, tiga hubungan cinta, dan tiga kota berbeda. Disutradarai Tracy Choi, film ini dibintangi Fish Liew, Jennifer Yu, Elizabeth Tang, Han Ning, Natalie Hsu, dan Eliz Lum, dengan struktur cerita yang bergerak mundur dari kehidupan seorang filmmaker dewasa di Hong Kong menuju masa kuliah di Taiwan dan cinta pertama di Macau. Penonton dapat mengunjungi halaman nonton Girlfriends (2025) untuk mengikuti bagaimana Lok mencoba memahami pilihan hidup, identitas, cinta, dan arti menjadi seseorang yang benar-benar setia kepada dirinya sendiri.
nonton Girlfriends (2025)
Girlfriends bukan sekadar kisah tentang satu hubungan romantis. Film menggunakan tiga periode kehidupan untuk memperlihatkan bagaimana cara seseorang memahami cinta dapat berubah seiring bertambahnya usia.
Tokoh utamanya dikenal sebagai Yan ketika berusia 17 tahun, Choi ketika berusia 22 tahun, dan Lok ketika telah menjadi filmmaker berusia 34 tahun. Tiga nama dan tiga aktris tersebut menggambarkan perubahan besar dalam kepribadian serta cara dirinya memandang dunia.
Alih-alih bergerak dari masa muda menuju dewasa, film membuka cerita pada usia 34 tahun lalu perlahan mundur ke masa lalu. Dengan cara tersebut, penonton lebih dulu melihat hasil dari perjalanan panjang sebelum mengetahui pengalaman yang membentuk Lok.
Sinopsis Girlfriends
Pada usia 34 tahun, Lok merupakan sutradara asal Macau yang mencoba bertahan di industri film Hong Kong. Ia pernah menyutradarai sebuah film panjang, tetapi kariernya tidak berkembang seperti yang diharapkan dan proyek berikutnya mengalami kebuntuan.
Di rumah, Lok tinggal bersama kekasihnya, Bei. Hubungan mereka sudah berada pada tahap ketika Bei mulai membicarakan pernikahan, membeli rumah, dan membangun kehidupan yang lebih stabil.
Lok justru merasa terjebak. Ketidakpastian karier membuat dirinya mempertanyakan apakah menerima kehidupan yang lebih konvensional berarti menyerah terhadap impian menjadi filmmaker.
Pergulatan tersebut membuat cerita kembali ke masa ketika dirinya berusia 22 tahun dan dikenal sebagai Choi. Pada periode itu, ia belajar jurnalistik di Taiwan dan hidup bersama kekasihnya, Kai Ching.
Choi menghadapi ketidakpastian lain: ia tidak ingin kembali ke Macau tetapi juga tidak mempunyai jalan jelas untuk menetap di Taiwan. Masa depan, kelulusan, hubungan, dan identitas menjadi satu masalah besar yang sulit diselesaikan.
Cerita kemudian bergerak lebih jauh ke belakang menuju usia 17 tahun. Di Macau, Yan masih percaya bahwa kehidupan sederhana merupakan sesuatu yang cukup sampai pertemuannya dengan senior sekolah bernama Faye mengubah cara dirinya memahami cinta.
Lok pada Usia 34 Tahun
Lok menjadi versi paling dewasa dari protagonis. Namun, usia tidak membuat dirinya mempunyai seluruh jawaban.
Ia sudah berhasil melakukan sesuatu yang dulu mungkin hanya menjadi impian: menyutradarai film. Masalahnya, keberhasilan pertama tersebut tidak menjamin karier berikutnya akan berjalan lancar.
Creative block, tekanan ekonomi, dan hubungan yang mulai menuntut keputusan membuat Lok kembali mempertanyakan siapa dirinya.
Fish Liew sebagai Lok
Fish Liew memerankan Lok pada usia 34 tahun. Karakter tersebut merupakan filmmaker yang hidup di Hong Kong tetapi membawa latar belakang serta pengalaman dari Macau dan Taiwan.
Fish Liew memainkan fase kehidupan yang penuh kelelahan. Lok sudah tidak lagi mempunyai optimisme remaja, tetapi juga belum siap meninggalkan cita-cita yang selama ini membentuk identitasnya.
Konfliknya lebih tenang dibandingkan fase usia muda, tetapi justru terasa lebih kompleks karena setiap pilihan mempunyai konsekuensi terhadap kehidupan jangka panjang.
Bei sebagai Kekasih Lok
Bei merupakan pasangan Lok pada fase dewasa. Hubungan mereka sudah jauh lebih stabil dibandingkan cinta pertama atau hubungan masa kuliah.
Namun, stabilitas tersebut membawa pertanyaan baru. Bei ingin bergerak menuju pernikahan, rumah, dan kehidupan bersama yang lebih terstruktur.
Lok tidak sepenuhnya menolak cinta Bei. Keraguannya lebih berkaitan dengan ketakutan bahwa menerima kehidupan biasa akan membuat dirinya berhenti mengejar sesuatu yang dianggap lebih besar.
Jennifer Yu sebagai Bei
Jennifer Yu memerankan Bei. Karakter tersebut memberikan keseimbangan terhadap kegelisahan Lok karena dirinya mempunyai gambaran lebih konkret mengenai masa depan.
Bei tidak sekadar ditempatkan sebagai pasangan yang menekan Lok. Keinginannya mempunyai rumah dan komitmen merupakan bentuk kebutuhan terhadap keamanan dalam hubungan.
Perbedaan kebutuhan tersebut membuat konflik mereka terasa realistis karena tidak ada pihak yang sepenuhnya salah.
Choi pada Usia 22 Tahun
Pada usia 22 tahun, protagonis dikenal sebagai Choi. Ia sedang belajar jurnalistik di Taiwan dan berada pada fase kehidupan ketika kebebasan terasa besar tetapi masa depan belum jelas.
Choi hidup bersama Kai Ching. Dari luar, keduanya terlihat menikmati kehidupan pasangan muda yang bebas dari banyak aturan keluarga.
Namun, kelulusan semakin dekat dan pertanyaan mengenai pekerjaan, tempat tinggal, serta hubungan mulai sulit dihindari.
Elizabeth Tang sebagai Choi
Elizabeth Tang memerankan Choi dan menjadi salah satu penampilan yang paling mendapatkan perhatian dalam film. Karakter ini berada tepat di antara idealisme remaja dan kelelahan kehidupan dewasa.
Choi ingin hidup sesuai keinginannya sendiri tetapi belum memahami bentuk kehidupan seperti apa yang sebenarnya diinginkan.
Penampilan Tang kemudian memperoleh pengakuan besar melalui nominasi serta penghargaan di industri film Hong Kong.
Kai Ching sebagai Pasangan Choi
Kai Ching merupakan kekasih Choi selama masa kuliah di Taiwan. Keduanya hidup bersama dan membangun ruang yang terlihat jauh lebih bebas dibandingkan kehidupan Choi di Macau.
Namun, kebebasan tidak otomatis membuat hubungan menjadi sederhana. Ketidakpastian masa depan memengaruhi cara keduanya memandang komitmen.
Film menggunakan hubungan ini untuk memperlihatkan bahwa cinta di usia 20-an sering berkembang bersamaan dengan pertanyaan besar tentang pekerjaan, tempat tinggal, dan identitas.
Han Ning sebagai Kai Ching
Han Ning memerankan Kai Ching. Hubungannya dengan Choi memiliki nuansa yang berbeda dari Bei dan Lok karena mereka berada dalam periode kehidupan yang lebih tidak stabil.
Film memberikan banyak ruang kepada interaksi sehari-hari sehingga hubungan terasa seperti sesuatu yang sudah berjalan cukup lama, bukan romansa yang baru dimulai.
Kai Ching menjadi bagian penting dalam fase ketika Choi mulai memahami bahwa cinta saja tidak selalu mampu menyelesaikan ketidakpastian hidup.
Coming Out kepada Orang Tua
Salah satu momen penting dalam fase Taiwan terjadi ketika orang tua Choi datang berkunjung dari Macau. Choi dan Kai Ching sebelumnya mencoba mempertahankan kesan bahwa mereka hanya teman serumah.
Namun, Choi akhirnya memilih tidak lagi menyembunyikan hubungan tersebut. Adegan ini disampaikan tanpa ledakan melodrama besar.
Pendekatan yang tenang memperlihatkan bahwa pengakuan identitas dapat menjadi momen sangat besar meskipun berlangsung hanya melalui gestur sederhana.
Yan pada Usia 17 Tahun
Yan merupakan versi termuda protagonis. Ia hidup di Macau dan masih memandang dunia dengan cara yang jauh lebih sederhana.
Pada usia ini, dirinya percaya pada gagasan bahwa kehidupan biasa atau sederhana dapat membawa kebahagiaan. Pemikirannya berubah setelah bertemu seorang senior sekolah yang menarik perhatiannya.
Cinta pertama membuat Yan untuk pertama kalinya membayangkan kehidupan yang berbeda dari apa yang sudah direncanakan lingkungan untuk dirinya.
Natalie Hsu sebagai Yan
Natalie Hsu memerankan Yan pada usia 17 tahun. Fase tersebut mempunyai energi yang lebih ringan dan penuh rasa ingin tahu dibandingkan dua bagian kehidupan berikutnya.
Yan belum menghadapi tekanan karier atau rumah tangga. Persoalannya lebih dekat kepada keberanian mengakui perasaan serta menerima kenyataan bahwa cinta pertama tidak selalu berakhir seperti yang dibayangkan.
Penampilan Hsu memberikan titik awal emosional untuk memahami Lok yang terlihat jauh lebih lelah pada bagian awal film.
Faye sebagai Cinta Pertama Yan
Faye merupakan senior sekolah yang membuat kehidupan Yan mulai terasa berbeda. Kepribadiannya membuka kemungkinan bahwa hidup tidak harus mengikuti jalur yang sebelumnya dianggap normal.
Ketertarikan Yan terhadap Faye menjadi pengalaman pertama ketika dirinya benar-benar berani mempertanyakan apa yang diinginkan.
Namun, cinta pertama juga memperlihatkan jarak antara fantasi dan kenyataan. Keberanian mengungkapkan perasaan tidak menjamin bahwa hasilnya akan sesuai harapan.
Eliz Lum sebagai Faye
Eliz Lum memerankan Faye. Karakter tersebut mempunyai fungsi penting meskipun hanya berada pada satu fase kehidupan protagonis.
Faye menjadi seseorang yang secara tidak langsung membuka pintu bagi Yan untuk memahami identitasnya sendiri.
Pengalaman tersebut kemudian terus memengaruhi cara dirinya membangun hubungan pada usia 22 dan 34 tahun.
Tiga Aktris Memainkan Satu Perempuan
Salah satu keputusan kreatif paling menarik adalah menggunakan tiga aktris berbeda untuk memainkan protagonis pada usia 17, 22, dan 34 tahun.
Natalie Hsu menjadi Yan, Elizabeth Tang menjadi Choi, dan Fish Liew menjadi Lok. Mereka tidak dipaksa terlihat identik secara fisik.
Pendekatan tersebut justru menekankan bahwa seseorang dapat berubah sangat besar sepanjang kehidupan hingga versi masa lalu terasa hampir seperti orang berbeda.
Mengapa Protagonis Memiliki Tiga Nama?
Penggunaan Yan, Choi, dan Lok memperkuat gagasan mengenai perubahan identitas. Setiap nama berhubungan dengan periode, kota, serta hubungan tertentu.
Remaja di Macau tidak sepenuhnya sama dengan mahasiswa di Taiwan, dan mahasiswa tersebut juga jauh berbeda dari filmmaker yang kemudian tinggal di Hong Kong.
Namun, ketiga versi tetap membawa kebutuhan dasar yang sama: keinginan menemukan cara hidup yang terasa benar bagi dirinya sendiri.
Struktur Cerita yang Bergerak Mundur
Girlfriends menggunakan struktur reverse chronology. Penonton bertemu Lok dewasa terlebih dahulu sebelum mengetahui siapa dirinya ketika lebih muda.
Pilihan tersebut membuat setiap fase masa lalu berfungsi seperti penjelasan terhadap perilaku yang sudah terlihat pada bagian sebelumnya.
Ketika film akhirnya mencapai Yan berusia 17 tahun, penonton sudah mengetahui bagaimana rasa cinta serta idealisme tersebut akan mengalami banyak perubahan.
Hong Kong sebagai Fase Kehidupan Dewasa
Hong Kong menjadi lokasi kehidupan Lok pada usia 34 tahun. Kota tersebut berhubungan langsung dengan karier filmnya serta tekanan menjalani kehidupan profesional.
Lok bukan sutradara yang sepenuhnya gagal, tetapi keberhasilan masa lalu belum berubah menjadi kestabilan. Kota besar dengan industri filmnya justru menambah tekanan untuk terus membuktikan diri.
Hubungannya dengan Bei juga berkembang di tengah persoalan harga rumah dan kebutuhan membangun masa depan yang lebih konkret.
Taiwan sebagai Fase Pencarian
Taiwan menjadi latar fase usia 22 tahun. Di sini Choi menikmati kebebasan yang lebih besar daripada kehidupan bersama keluarga di Macau.
Namun, kebebasan tersebut bersifat sementara karena status sebagai mahasiswa akan segera berakhir. Pertanyaan tentang apakah dirinya dapat menetap menjadi semakin mendesak.
Taiwan kemudian menjadi simbol periode transisi ketika Choi dapat menjauh dari rumah tetapi belum mempunyai rumah baru yang permanen.
Macau sebagai Tempat Awal Cerita
Macau merupakan tempat Yan tumbuh dan tempat kehidupan emosionalnya mulai berubah. Kota kecil tersebut menjadi latar bagi cinta pertama serta hubungan dengan keluarga.
Macau juga mempunyai posisi penting bagi sutradara Tracy Choi sendiri, yang tumbuh di wilayah tersebut sebelum menempuh pendidikan di Taiwan dan Hong Kong.
Karena itu, perjalanan tiga kota dalam film mempunyai hubungan kuat dengan pengalaman kawasan Greater China yang sangat spesifik.
Film tentang Identitas Queer
Girlfriends merupakan queer coming-of-age drama yang tidak hanya berfokus pada proses menyadari orientasi seksual. Film mengikuti kehidupan protagonis jauh setelah tahap tersebut.
Pada usia 34 tahun, persoalan Lok bukan lagi apakah ia boleh mencintai perempuan. Masalahnya sudah berubah menjadi komitmen, rumah, karier, dan keputusan mengenai masa depan.
Pendekatan tersebut memberi film ruang untuk menunjukkan bahwa kehidupan queer tidak berhenti setelah coming out.
Tema Cinta Pertama
Hubungan Yan dan Faye memperlihatkan bentuk cinta yang masih dipenuhi idealisme. Yan belum mempunyai banyak pengalaman sehingga setiap emosi terasa besar.
Keberanian menyatakan perasaan menjadi langkah penting dalam proses memahami dirinya sendiri.
Namun, film tidak menjadikan cinta pertama sebagai jawaban terhadap semua masalah. Justru dari pengalaman tersebut Yan belajar bahwa keinginan dan kenyataan dapat bergerak ke arah berbeda.
Tema Cinta di Usia 20-an
Hubungan Choi dan Kai Ching lebih kompleks karena berlangsung ketika masa depan keduanya belum stabil. Mereka sudah mempunyai kedekatan emosional tetapi masih harus menentukan arah kehidupan masing-masing.
Usia 20-an dalam film menjadi periode ketika cinta bertemu dengan pendidikan, pekerjaan, tempat tinggal, dan hubungan dengan keluarga.
Perasaan yang kuat tetap ada, tetapi keputusan tidak lagi dapat dibuat hanya berdasarkan emosi.
Tema Cinta Dewasa
Hubungan Lok dan Bei memperlihatkan tahap ketika cinta harus berubah menjadi keputusan konkret. Pernikahan, rumah, dan kehidupan bersama bukan lagi konsep abstrak.
Lok harus menentukan apakah kegelisahannya benar-benar berasal dari hubungan atau dari ketakutan kehilangan kebebasan kreatif.
Film dengan demikian menunjukkan tiga bentuk cinta yang sesuai dengan tiga fase kedewasaan berbeda.
Tema Menjadi Biasa atau Luar Biasa
Judul asli film dapat diterjemahkan sebagai gagasan mengenai seorang perempuan yang “tidak biasa” atau “luar biasa”. Tema tersebut terus muncul dalam pilihan Lok.
Pada usia muda, kehidupan luar biasa terlihat seperti menolak aturan dan mengikuti perasaan. Ketika dewasa, definisinya menjadi jauh lebih kompleks.
Lok akhirnya harus memahami bahwa menjadi luar biasa tidak selalu berarti hidup lebih dramatis daripada orang lain.
Arti Menjadi Setia kepada Diri Sendiri
Materi resmi film menempatkan kesimpulan penting bahwa “extraordinary” berarti hidup dengan jujur terhadap pilihan sendiri.
Seseorang dapat mempunyai rumah, pasangan, dan kehidupan yang tampak biasa tetapi tetap mempertahankan identitasnya.
Sebaliknya, mengejar karier kreatif hanya demi membuktikan diri juga tidak otomatis membuat hidup lebih autentik.
Tema Karier Kreatif
Lok bekerja sebagai sutradara film, profesi yang penuh ketidakpastian. Keberhasilan sebuah proyek tidak menjamin proyek berikutnya dapat dibuat.
Creative block membuat dirinya merasa seluruh identitas sedang terancam karena filmmaking sudah menjadi bagian besar dari cara dirinya memahami hidup.
Film menggunakan persoalan tersebut untuk membahas hubungan antara pekerjaan kreatif dan harga diri.
Creative Burnout dalam Girlfriends
Pada usia 34 tahun, Lok mengalami creative burnout. Proyek barunya terhenti dan dirinya kehilangan arah.
Burnout kemudian memengaruhi hubungan dengan Bei karena keputusan mengenai rumah dan pernikahan terasa seperti tambahan tekanan.
Kembali mengingat masa lalu membantu Lok memahami bahwa dirinya selalu menghadapi ketidakpastian dalam bentuk berbeda.
Tema Tekanan Sosial
Film memperlihatkan bagaimana masyarakat mempunyai gagasan mengenai kehidupan yang dianggap normal: lulus, bekerja, membeli rumah, menikah, dan membangun keluarga.
Lok tidak sepenuhnya menolak semua hal tersebut, tetapi khawatir kehilangan kebebasan ketika mengikuti pola yang sudah ditentukan.
Film lebih tertarik mempertanyakan siapa yang berhak menentukan arti kehidupan normal daripada memberikan satu jawaban mutlak.
Tema Keluarga
Hubungan dengan orang tua mempunyai posisi penting terutama pada fase Taiwan. Coming out Choi memperlihatkan perbedaan generasi dalam memahami hubungan sesama jenis.
Respons orang tua tidak dibuat menjadi konflik melodramatis besar. Ketegangan justru muncul melalui apa yang tidak diucapkan.
Pendekatan tersebut membuat hubungan keluarga terasa lebih dekat dengan pengalaman kehidupan nyata.
Tracy Choi sebagai Sutradara
Girlfriends disutradarai Tracy Choi, filmmaker yang tumbuh di Macau, kemudian belajar film di Taiwan dan melanjutkan pendidikan di Hong Kong.
Perjalanan geografis tersebut mempunyai kemiripan menarik dengan protagonis yang hidup melalui Macau, Taiwan, dan Hong Kong.
Tracy Choi sebelumnya dikenal melalui film Sisterhood, yang memperoleh Audience Choice Award di Macau International Film Festival.
Girlfriends dan Sisterhood
Sisterhood merupakan salah satu karya yang memperkenalkan Tracy Choi kepada penonton internasional. Film tersebut juga membahas perempuan, hubungan, serta perubahan masyarakat Macau.
Girlfriends melanjutkan ketertarikan sutradara terhadap kehidupan perempuan tetapi menggunakan struktur waktu dan pengalaman queer yang lebih personal.
Kedua film memperlihatkan bagaimana perubahan kota dan generasi dapat memengaruhi hubungan manusia.
Shiu Wa Lou dan Sebrina Cheng sebagai Penulis
Skenario Girlfriends ditulis Shiu Wa Lou dan Sebrina Cheng. Struktur tiga periode membutuhkan setiap bagian terasa sebagai cerita sendiri sekaligus bagian dari satu perjalanan lengkap.
Naskah tidak hanya mengubah usia protagonis. Cara karakter berbicara, mencintai, dan menghadapi konflik juga berkembang sesuai fase hidup.
Dialog yang cukup natural menjadi salah satu alasan hubungan antarkarakter terasa dekat dengan keseharian.
Simmy Sin Mei Cheong sebagai Sinematografer
Sinematografi ditangani Simmy Sin Mei Cheong. Tiga kota memberikan film kesempatan mempunyai suasana visual berbeda.
Hong Kong terasa berkaitan dengan kehidupan profesional dan tekanan, Taiwan dengan kebebasan masa kuliah, sedangkan Macau membawa nuansa masa remaja serta nostalgia.
Perbedaan tersebut membantu penonton memahami perubahan waktu bahkan sebelum melihat detail usia karakter.
Chen Ching Lei sebagai Editor
Chen Ching Lei menangani penyuntingan. Editing mempunyai peran penting karena film menggunakan struktur mundur dan berpindah antartiga versi protagonis.
Setiap bagian harus terasa mempunyai ritme sendiri tetapi tetap mengarahkan penonton menuju pemahaman yang lebih dalam mengenai Lok.
Perpindahan waktu juga menjadi salah satu alat utama untuk menunjukkan bahwa identitas tidak pernah sepenuhnya tetap.
Ellison Lau sebagai Komposer
Musik film digarap Ellison Lau. Skor mendukung nuansa romantis dan reflektif tanpa menghilangkan suasana natural yang menjadi ciri utama cerita.
Musik juga membantu menghubungkan tiga fase yang secara visual dan emosional cukup berbeda.
Panther Chan dan Lagu Ordinary People
Lagu Ordinary People dibawakan Panther Chan dan menjadi salah satu bagian penting dari identitas film.
Judul lagu sangat berkaitan dengan konflik utama Lok mengenai kehidupan biasa atau luar biasa.
Lagu tersebut kemudian memperoleh nominasi Best Original Film Song di Hong Kong Film Awards ke-44.
Produser Girlfriends
Estela Valdivieso Chen dan Jacqueline Liu tercatat sebagai produser. Keduanya mempunyai pengalaman panjang dalam pengembangan serta produksi film independen Asia.
Estela Valdivieso Chen mendirikan Serendipity Films, sedangkan Jacqueline Liu telah terlibat dalam berbagai produksi Hong Kong.
Perusahaan Produksi Girlfriends
Golden Horse mencatat Lumière Film Production, Serendipity Films, dan Playhouse Limited sebagai perusahaan produksi yang terlibat.
Proyek merupakan kolaborasi lintas wilayah yang mencakup Macau, Taiwan, Hong Kong, dan Thailand.
Struktur produksi internasional tersebut sesuai dengan cerita yang sendiri bergerak melintasi beberapa wilayah Asia.
Girlfriends di Hong Kong Asian Film Financing Forum
Sebelum selesai, Girlfriends mengikuti jalur pengembangan industri melalui Hong Kong Asian Film Financing Forum.
Film masuk sebagai proyek dalam Work-in-Progress pada HAF 2025. Forum tersebut memberi proyek Asia kesempatan bertemu investor, sales agent, distributor, dan partner industri.
Partisipasi tersebut menjadi salah satu tahap sebelum film akhirnya selesai dan masuk festival internasional.
Busan International Film Festival 2025
Girlfriends melakukan world premiere dalam Busan International Film Festival 2025. Film masuk program Vision – Asia.
Pemutaran tersebut menjadi salah satu panggung internasional pertama untuk film dan memperkenalkan perjalanan Lok kepada penonton festival Asia.
Busan juga menjadi titik penting karena film bersaing dalam lingkungan karya-karya baru dari filmmaker Asia.
Golden Horse Film Festival
Film kemudian masuk program Taipei Golden Horse Film Festival. Kehadirannya terasa relevan karena Taiwan merupakan salah satu lokasi utama cerita dan bagian penting perjalanan Tracy Choi sendiri.
Golden Horse mencatat film sebagai produksi tahun 2025 dengan durasi sekitar 100 menit.
Elizabeth Tang di Golden Horse Awards
Elizabeth Tang memperoleh nominasi Best Supporting Actress pada Golden Horse Awards berkat penampilannya sebagai Choi.
Pengakuan tersebut menarik karena karakter usia 22 tahun hanya merupakan satu bagian dari perjalanan protagonis, tetapi menjadi fase yang sangat emosional.
Penampilannya kemudian kembali mendapat perhatian dalam musim penghargaan Hong Kong.
Hong Kong Film Awards 2026
Girlfriends memperoleh tiga nominasi di Hong Kong Film Awards ke-44. Elizabeth Tang dinominasikan sebagai Best Supporting Actress sekaligus Best New Performer.
Lagu Ordinary People dari Panther Chan juga masuk kategori Best Original Film Song.
Elizabeth Tang akhirnya memenangkan penghargaan Best New Performer untuk film tersebut.
Penghargaan Best New Performer untuk Elizabeth Tang
Kemenangan Elizabeth Tang menjadi salah satu pencapaian terbesar film. Hong Kong Film Awards menyoroti penampilannya sebagai perempuan berusia 22 tahun yang berada di antara cinta dan masa depan yang tidak pasti.
Aktingnya menggunakan pendekatan cukup tenang dan tidak berlebihan, sesuai dengan gaya natural film secara keseluruhan.
Durasi Girlfriends
Golden Horse mencatat durasi sekitar 100 menit, sedangkan Rotten Tomatoes menggunakan angka satu jam 40 menit.
Beberapa sumber lain mencatat sekitar 101 menit sehingga perbedaan kecil dapat berasal dari pembulatan atau versi distribusi.
Genre Girlfriends
Film berada dalam genre drama, romance, LGBTQ+, dan coming-of-age. Meskipun mempunyai sejumlah adegan romantis, fokus utama tetap berada pada perkembangan identitas protagonis.
Perjalanan cintanya berfungsi sebagai cara untuk melihat bagaimana dirinya berubah dari remaja menuju perempuan dewasa.
Bahasa Girlfriends
Film menggunakan bahasa Kanton dan Mandarin sesuai lokasi serta karakter. Penggunaan bahasa berbeda membantu menunjukkan perpindahan antara Macau, Taiwan, dan Hong Kong.
Bahasa menjadi bagian alami dari identitas lintas wilayah film dan kehidupan Lok.
Negara dan Wilayah Produksi
Golden Horse mencatat film sebagai kolaborasi Macau, Taiwan, Hong Kong, dan Thailand.
Kerja sama tersebut menjadikan Girlfriends karya lintas wilayah yang tetap mempunyai pusat budaya sangat jelas pada pengalaman perempuan asal Macau.
Rilis Hong Kong dan Macau
Setelah perjalanan festival 2025, film mendapatkan perilisan komersial di Hong Kong dan Macau pada 5 Maret 2026.
Rilis tersebut mempertemukan film dengan penonton di wilayah yang mempunyai hubungan langsung dengan kehidupan protagonis dan sutradaranya.
Rilis Taiwan
Film kemudian dirilis di Taiwan pada 27 Maret 2026. Taiwan mempunyai peran penting karena seluruh fase usia 22 tahun berlangsung di sana.
Pengalaman pendidikan dan hubungan Choi di Taiwan menjadi salah satu bagian paling panjang dalam perjalanan identitasnya.
Rilis Inggris
Girlfriends juga memperoleh theatrical release di Inggris pada 19 Juni 2026.
Perilisan internasional tersebut memperluas jangkauan film setelah perjalanan festival Asia serta distribusi di Hong Kong, Macau, dan Taiwan.
Sambutan Kritikus
Respons kritikus cenderung melihat Girlfriends sebagai drama yang intim dan personal. Pujian banyak diberikan kepada momen-momen kecil yang terasa natural serta struktur tiga fase kehidupan.
Beberapa ulasan juga menilai ritmenya cukup lambat dan sejumlah adegan berjalan lebih panjang daripada yang dibutuhkan.
Namun, film tetap dianggap menarik karena lebih tertarik kepada detail kehidupan daripada melodrama berlebihan.
Rotten Tomatoes Girlfriends
Rotten Tomatoes mencatat film sebagai drama LGBTQ+ romance berdurasi sekitar satu jam 40 menit.
Jumlah ulasan profesional masih sangat sedikit, sehingga film belum mempunyai agregat kritikus yang cukup besar untuk dijadikan gambaran umum penerimaan.
Dengan distribusi internasional yang masih berkembang, jumlah penilaian dapat terus berubah.
Mengapa Girlfriends Terasa Personal?
Perjalanan Lok mempunyai kemiripan dengan latar belakang Tracy Choi: tumbuh di Macau, menempuh pendidikan di Taiwan, kemudian membangun karier di Hong Kong.
Kesamaan tersebut membuat film terasa mempunyai hubungan personal dengan pengalaman pembuatnya meskipun protagonis tetap merupakan karakter fiksi.
Film seperti melihat kembali versi diri sendiri melalui tiga perempuan yang hidup pada waktu berbeda.
Girlfriends sebagai Coming-of-Age hingga Usia 34 Tahun
Kebanyakan coming-of-age berhenti ketika karakter memasuki awal usia 20-an. Girlfriends justru terus mengikuti pertanyaan mengenai kedewasaan hingga pertengahan usia 30-an.
Film memperlihatkan bahwa seseorang dapat tetap merasa kehilangan arah meskipun sudah mempunyai pekerjaan dan pasangan.
Menjadi dewasa tidak otomatis berarti berhenti berubah.
Makna Judul Girlfriends
Judul Girlfriends merujuk kepada beberapa hubungan romantis perempuan yang membentuk kehidupan protagonis. Namun, maknanya tidak terbatas pada daftar pasangan.
Setiap girlfriend berhubungan dengan satu versi berbeda dari protagonis dan satu periode pertumbuhan tertentu.
Dengan melihat kembali hubungan tersebut, Lok sebenarnya sedang melihat kembali siapa dirinya pada saat itu.
Makna Judul 女孩不平凡
Judul Mandarin 女孩不平凡 secara langsung membawa gagasan bahwa seorang perempuan tidak biasa atau luar biasa.
Sepanjang hidup, Lok mencoba menentukan apa sebenarnya arti menjadi “tidak biasa”. Pada usia muda, konsep tersebut berkaitan dengan pemberontakan dan kebebasan.
Pada akhirnya, film memberikan makna yang lebih sederhana: keberanian menjalani hidup yang benar-benar dipilih sendiri.
Apakah Girlfriends Layak Ditonton?
Girlfriends dapat menjadi pilihan menarik bagi penonton yang menyukai drama romantis Asia dengan gaya observasional, tema LGBTQ+, dan struktur cerita yang tidak konvensional.
Fish Liew, Elizabeth Tang, dan Natalie Hsu memberikan tiga versi protagonis yang berbeda tetapi tetap mempunyai benang emosional yang sama.
Jennifer Yu, Han Ning, dan Eliz Lum kemudian mewakili tiga hubungan yang membantu membentuk cara Lok memahami cinta pada tahapan hidup berbeda.
Penonton yang mencari konflik cepat mungkin perlu menyesuaikan ekspektasi karena film lebih banyak bekerja melalui percakapan, keheningan, kenangan, dan perubahan emosional kecil.
Kesimpulan
Girlfriends (2025) mengikuti seorang perempuan asal Macau melalui tiga fase penting kehidupan. Pada usia 34 tahun, Lok merupakan filmmaker di Hong Kong yang mengalami creative block sambil menghadapi tekanan untuk membangun kehidupan lebih stabil bersama Bei.
Cerita kemudian mundur menuju usia 22 tahun ketika Choi belajar di Taiwan dan hidup bersama Kai Ching, sebelum akhirnya kembali ke usia 17 tahun ketika Yan mengalami cinta pertama bersama Faye di Macau. Setiap hubungan memperlihatkan versi berbeda tentang cinta, kebebasan, komitmen, dan identitas.
Dengan arahan Tracy Choi, skenario Shiu Wa Lou dan Sebrina Cheng, sinematografi Simmy Sin Mei Cheong, editing Chen Ching Lei, musik Ellison Lau, serta penampilan Fish Liew, Jennifer Yu, Elizabeth Tang, Han Ning, Natalie Hsu, dan Eliz Lum, film ini menawarkan potret intim tentang seorang perempuan yang perlahan memahami bahwa menjadi luar biasa tidak harus berarti mengikuti definisi orang lain. Penonton yang ingin mengikuti perjalanan Lok dari cinta pertama hingga kehidupan dewasa dapat mengunjungi halaman nonton Girlfriends (2025) hingga akhir.
