The Furious (2025)
Nonton The Furious (2025) menghadirkan film action martial arts yang intens tentang seorang ayah yang berusaha menyelamatkan putrinya dari jaringan kriminal berbahaya. Disutradarai Kenji Tanigaki dan dibintangi Xie Miao, Joe Taslim, Yayan Ruhian, serta Jeeja Yanin, film ini menggabungkan penculikan, korupsi, balas dendam, dan pertarungan jarak dekat dalam sebuah thriller yang bergerak cepat.
nonton The Furious (2025)
The Furious (2025) berpusat pada Wang Wei, seorang ayah yang hidupnya berubah setelah putrinya, Rainy, diculik oleh jaringan kriminal. Ketika upaya mencari bantuan dari pihak berwenang tidak memberikan hasil, Wang Wei memutuskan melakukan pencarian dengan caranya sendiri.
Perjalanan tersebut membawanya masuk semakin dalam ke dunia kriminal. Setiap petunjuk yang ditemukan membawa Wang Wei menuju orang-orang yang lebih berbahaya, sementara waktu untuk menemukan Rainy terus berkurang.
Wang Wei Berjuang Menyelamatkan Putrinya
Xie Miao memerankan Wang Wei, sosok ayah yang mempunyai kemampuan bela diri tinggi dan tidak mudah menyerah. Setelah kehilangan Rainy, seluruh fokus hidupnya berubah menjadi satu tujuan, yaitu menemukan sang anak dan membawanya pulang.
Keputusasaan membuat Wang Wei berani menghadapi kelompok kriminal yang mempunyai banyak anggota serta koneksi luas. Ia harus menggunakan kemampuan bertarung dan insting untuk bertahan dalam setiap konfrontasi.
Navin Menjadi Sekutu Wang Wei
Joe Taslim tampil sebagai Navin, seorang jurnalis yang mempunyai alasan pribadi untuk menyelidiki jaringan kriminal yang sama. Istrinya menghilang secara misterius, membuat pencarian Wang Wei dan investigasi Navin akhirnya bertemu pada satu titik.
Meskipun berasal dari latar berbeda, keduanya mulai bekerja sama. Hubungan mereka dibangun melalui tujuan yang sama, tetapi kepercayaan harus tumbuh secara perlahan di tengah situasi penuh bahaya.
Rainy Menjadi Pusat Konflik
Yang Enyou memerankan Rainy, putri Wang Wei yang penculikannya menjadi awal seluruh cerita. Keberadaannya memberikan sisi emosional yang kuat karena setiap pertarungan yang dilakukan sang ayah mempunyai tujuan yang sangat personal.
Penculikan Rainy juga membuka jaringan kejahatan yang lebih besar. Wang Wei mulai menyadari bahwa kasus tersebut bukan kejadian terpisah, melainkan bagian dari operasi kriminal yang melibatkan lebih banyak korban.
Jaringan Kriminal dan Polisi Korup
The Furious tidak hanya menghadirkan kelompok penculik sebagai lawan. Wang Wei juga harus menghadapi aparat korup yang membuat pencariannya semakin sulit dan menyebabkan dirinya tidak dapat sepenuhnya mengandalkan sistem hukum.
Kondisi tersebut memaksanya bergerak sendirian atau bersama orang-orang yang mempunyai kepentingan serupa. Film menggunakan situasi ini untuk memperkuat nuansa thriller dan ketidakpercayaan terhadap berbagai karakter.
Joe Taslim dan Xie Miao dalam Satu Film
Kombinasi Joe Taslim dan Xie Miao menjadi salah satu daya tarik utama The Furious. Keduanya dikenal memiliki latar kuat dalam film action dan martial arts, sehingga interaksi mereka memberikan energi besar pada adegan perkelahian.
Film tidak hanya mengandalkan pertarungan satu lawan satu. Berbagai adegan dirancang menggunakan ruang, benda di sekitar, dan beberapa petarung sekaligus untuk menciptakan variasi action.
Yayan Ruhian dan Jeeja Yanin Ikut Meramaikan Action
Yayan Ruhian tampil sebagai Tak, sementara Jeeja Yanin memerankan Matia. Kehadiran dua nama besar dalam dunia martial arts Asia membuat jajaran pemain film ini terasa seperti pertemuan berbagai gaya bela diri.
Brian Le dan Joey Iwanaga juga menjadi bagian penting dari deretan petarung dalam film. Kombinasi tersebut memberikan kesempatan bagi Kenji Tanigaki untuk menciptakan koreografi dengan karakteristik berbeda pada setiap pertarungan.
Kenji Tanigaki di Balik The Furious
The Furious disutradarai Kenji Tanigaki, filmmaker dan action choreographer yang telah lama bekerja di industri film Hong Kong dan Jepang. Pengalamannya dalam stunt serta koreografi menjadi fondasi utama gaya action film ini.
Skenario ditulis Mak Tin-shu, Lei Zhilong, Shum Kwan-sin, dan Frank Hui. Bill Kong, Shan Tam, dan Frank Hui bertindak sebagai produser, sementara Meteor Cheung menangani sinematografi.
Koreografi Pertarungan Menjadi Daya Tarik Utama
Film ini menempatkan martial arts sebagai pusat pengalaman menonton. Pertarungan dirancang dengan tempo tinggi dan menggunakan kombinasi pukulan, tendangan, senjata, serta lingkungan di sekitar karakter.
Pendekatan tersebut membuat The Furious terasa dekat dengan tradisi action Hong Kong sekaligus film bela diri modern. Fokus besar pada stunt fisik dan koreografi menjadi salah satu elemen yang paling banyak mendapat perhatian.
Durasi dan Perjalanan Festival
The Furious mempunyai durasi sekitar 113 hingga 114 menit. Film diputar pada sejumlah festival internasional pada 2025, termasuk Toronto International Film Festival, Busan International Film Festival, dan Sitges Film Festival.
Film kemudian mendapatkan distribusi yang lebih luas pada 2026. Di Indonesia, Lembaga Sensor Film mencatat tanggal tayang 29 Mei 2026 dengan durasi 113 menit.
Alasan The Furious Menarik untuk Ditonton
Daya tarik utama The Furious berada pada kombinasi cerita penculikan dengan koreografi martial arts yang agresif. Motivasi seorang ayah mencari putrinya memberikan dasar emosional, sementara kehadiran banyak bintang action Asia membuat setiap konfrontasi terasa berbeda.
Bagi penonton yang menyukai film martial arts, action thriller, cerita balas dendam, dan pertarungan bergaya Hong Kong, film ini menawarkan tontonan yang intens. Ikuti perjuangan Wang Wei dan Navin membongkar jaringan penculik melalui Nonton The Furious (2025) hingga akhir.
