Dhurandhar: The Revenge (2026)
Dhurandhar: The Revenge (2026) merupakan film action spy thriller India berbahasa Hindi yang melanjutkan kisah agen penyamaran Hamza Ali Mazari dari Dhurandhar (2025). Ditulis dan disutradarai Aditya Dhar, film ini kembali menampilkan Ranveer Singh sebagai Hamza sekaligus Jaskirat Singh Rangi, dengan konflik yang lebih dalam mengenai masa lalu, balas dendam, keluarga, kriminalitas, dan operasi intelijen di Pakistan.
nonton Dhurandhar: The Revenge (2026)
Dhurandhar: The Revenge melanjutkan perjalanan Hamza Ali Mazari setelah identitas aslinya terungkap sebagai Jaskirat Singh Rangi. Dalam sekuel ini, penonton tidak hanya mengikuti operasi penyamarannya di Karachi, tetapi juga mengetahui masa lalu yang membuat Jaskirat berubah menjadi sosok berbahaya dan sangat terlatih.
Setelah bertahun-tahun menyusup ke dunia kriminal Pakistan, Hamza berhasil naik ke posisi penting dalam jaringan kriminal Baloch. Namun, semakin tinggi posisinya, semakin besar pula risiko identitas sebenarnya terbongkar dan menghancurkan seluruh operasi yang telah dibangun selama bertahun-tahun.
Masa Lalu Jaskirat Singh Rangi
Cerita membawa penonton kembali ke tahun 2000 ketika Jaskirat masih menjadi pemuda yang ingin mengikuti jejak ayahnya dengan bergabung dalam militer India. Kehidupannya berubah drastis ketika keluarganya menjadi korban serangan akibat konflik tanah dengan keluarga berpengaruh.
Situasi semakin buruk setelah adik perempuannya, Jasleen, diculik. Jaskirat kemudian mengambil tindakan sendiri bersama sahabat masa kecilnya, Pinda, dan menyerbu tempat para penculik untuk menyelamatkan Jasleen, keputusan yang akhirnya membuatnya dijatuhi hukuman mati.
Dari Terpidana Mati Menjadi Agen Rahasia
Nasib Jaskirat berubah ketika Ajay Sanyal, seorang pejabat intelijen India, melihat kemampuan yang dimilikinya. Alih-alih menjalani hukuman mati, Jaskirat diberi kesempatan untuk meninggalkan identitas lamanya dan menjalankan operasi sangat berbahaya di Pakistan.
Ia kemudian menggunakan nama Hamza Ali Mazari dan menyusup ke dalam jaringan kriminal yang diduga memiliki hubungan dengan sejumlah serangan besar terhadap India. Identitas baru tersebut menjadi dasar perjalanan panjang yang membuat dirinya harus hidup sebagai orang lain selama hampir satu dekade.
Hamza Menjadi Penguasa Dunia Kriminal Karachi
Pada 2009, Hamza telah berada jauh lebih dalam di dunia kriminal daripada sebelumnya. Ia berhasil menyingkirkan berbagai pihak yang menghalangi jalannya dan akhirnya menjadi pemimpin geng Baloch yang memiliki pengaruh besar di Karachi.
Keberhasilan tersebut membuat Hamza mendapatkan perhatian dari Bade Sahab, sosok berpengaruh di dunia kriminal yang terkait dengan serangan Mumbai 2008. Mendekati Bade Sahab menjadi kesempatan besar bagi Hamza untuk mendapatkan informasi penting bagi pemerintah India, tetapi juga meningkatkan risiko penyamarannya terbongkar.
Kembalinya Pinda Membawa Ancaman Baru
Masalah menjadi semakin rumit ketika Gurbaaz “Pinda” Singh, sahabat masa kecil Jaskirat, kembali muncul dalam kehidupannya. Kehadiran seseorang yang mengenal identitas lama Hamza memunculkan kecurigaan di kalangan kelompok kriminal yang selama ini mempercayainya.
Hamza kini bukan lagi pria tanpa keterikatan seperti ketika pertama kali menjalankan misi. Ia telah memiliki keluarga dan lebih banyak hal untuk kehilangan, sehingga setiap keputusan yang dibuat dapat membahayakan dirinya maupun orang-orang yang dicintainya.
Ranveer Singh Kembali sebagai Hamza Ali Mazari
Ranveer Singh kembali menjadi pusat cerita dengan memerankan dua identitas yang sebenarnya merupakan orang yang sama, yaitu Jaskirat Singh Rangi dan Hamza Ali Mazari. Film kedua memberikan lebih banyak ruang untuk menjelaskan latar belakang Jaskirat serta alasan dirinya memiliki kemampuan dan motivasi yang terlihat dalam film pertama.
Transformasi dari pemuda patriotik menjadi agen rahasia yang hidup di tengah organisasi kriminal memberikan lapisan emosional baru pada karakter tersebut. Ia harus terus mempertahankan penyamarannya sambil menghadapi trauma masa lalu serta keinginan membalas orang-orang yang menghancurkan kehidupannya.
Pemeran Dhurandhar: The Revenge (2026)
Selain Ranveer Singh, film ini kembali menghadirkan R. Madhavan sebagai Ajay Sanyal, Arjun Rampal sebagai Major Iqbal, Akshaye Khanna sebagai Rehman Dakait, dan Sanjay Dutt sebagai Choudhary Aslam. Sara Arjun kembali memerankan Yalina Jamali, sementara Rakesh Bedi tampil sebagai Jameel Jamali.
Jajaran pemeran lainnya meliputi Gaurav Gera sebagai Mohammad Aalam, Danish Pandor sebagai Uzair Baloch, Manav Gohil sebagai Sushant Bansal, Udaybir Sandhu sebagai Pinda, Suvinder Vicky sebagai Brigadier Jahangir, Saumya Tandon sebagai Ulfat Dakait, Danish Iqbal sebagai Bade Sahab, dan Pari Pandher sebagai Jasleen Rangi.
Aditya Dhar Kembali Menulis dan Menyutradarai
Dhurandhar: The Revenge kembali ditulis sekaligus disutradarai Aditya Dhar, filmmaker yang sebelumnya dikenal lewat Uri: The Surgical Strike. Ia juga bertindak sebagai salah satu produser bersama Jyoti Deshpande dan Lokesh Dhar melalui Jio Studios serta B62 Studios.
Sinematografi ditangani Vikash Nowlakha dengan penyuntingan oleh Shivkumar V. Panicker. Shashwat Sachdev kembali mengerjakan musik yang membantu membangun atmosfer action, espionage, dan dunia kriminal yang menjadi identitas utama film.
Perpaduan Spy Thriller dan Gangster Drama
Dhurandhar: The Revenge tidak hanya menggunakan formula film mata-mata. Cerita juga banyak mengambil elemen gangster drama karena Hamza harus naik melalui hierarki kriminal Karachi untuk mendapatkan akses kepada target-target penting dalam misinya.
Posisi ganda tersebut menciptakan konflik menarik karena Hamza harus terlihat seperti kriminal yang loyal sambil tetap menjalankan kepentingan intelijen India. Kesalahan kecil dapat membuka identitas sebenarnya dan menghancurkan misi yang telah berlangsung selama bertahun-tahun.
Konflik dengan Major Iqbal
Major Iqbal yang diperankan Arjun Rampal menjadi salah satu ancaman besar bagi Hamza. Ia digambarkan sebagai sosok berbahaya dan memiliki pengaruh yang membuat operasi Hamza semakin sulit dilakukan tanpa menarik perhatian.
Persaingan keduanya berkembang menjadi konflik yang lebih personal seiring tekanan politik dan kriminal semakin besar. Hamza harus terus menjaga keseimbangan antara target misinya, hubungan keluarga, dan orang-orang yang mulai mempertanyakan identitas sebenarnya.
Durasi Panjang dengan Skala Cerita Lebih Besar
Dhurandhar: The Revenge memiliki durasi sekitar 230 hingga 235 menit, menjadikannya film dengan durasi hampir empat jam. Waktu tersebut digunakan untuk memperluas latar belakang Jaskirat, operasi Hamza, dunia kriminal Karachi, serta berbagai konflik politik dan personal yang saling berkaitan.
Film dirilis di bioskop India pada Maret 2026 dan kemudian tersedia melalui Netflix. Versi streaming juga memperkenalkan film sebagai kelanjutan langsung dari Dhurandhar, dengan fokus pada tragedi pribadi Hamza serta operasi deep-cover yang semakin berbahaya.
Sekuel yang Mengungkap Identitas Sang Agen
Salah satu hal menarik dari film kedua adalah fokus yang lebih kuat terhadap identitas asli Hamza. Jika film pertama menempatkan penyamarannya sebagai sumber misteri, The Revenge menjelaskan secara lebih mendalam bagaimana Jaskirat menjadi agen yang mampu bertahan selama bertahun-tahun di dalam dunia kriminal.
Perpaduan masa lalu dan masa kini membuat tema balas dendam memiliki makna yang lebih personal. Hamza tidak hanya berusaha menyelesaikan misi negara, tetapi juga menghadapi konsekuensi dari tragedi yang membentuk seluruh perjalanan hidupnya.
Bagi Anda yang ingin mengikuti kelanjutan perjalanan Jaskirat Singh Rangi sebagai Hamza Ali Mazari, Anda dapat nonton Dhurandhar: The Revenge (2026) dan menyaksikan bagaimana operasi penyamaran, dunia kriminal Karachi, balas dendam, serta rahasia masa lalu bertabrakan dalam misi yang semakin berbahaya.
