Gioia (2025)
Gioia (2025), yang memiliki judul asli La gioia, merupakan drama Italia karya sutradara Nicolangelo Gelormini yang menghadirkan kisah gelap mengenai kesepian, kebutuhan untuk dicintai, eksploitasi, dan hubungan terlarang antara seorang guru dengan muridnya. Valeria Golino memerankan Gioia, seorang guru sekolah menengah yang masih tinggal bersama orang tuanya dan hampir tidak pernah mengenal cinta di luar hubungan keluarga yang mengekang, sedangkan Saul Nanni tampil sebagai Alessio, murid bermasalah yang berusaha mendapatkan uang demi membantu ibunya. Pertemuan keduanya berkembang menjadi hubungan rapuh yang memberikan harapan sekaligus membawa konsekuensi semakin berat. Penonton dapat mengunjungi halaman nonton Gioia (2025) untuk mengenal drama psikologis yang memadukan cinta, kesepian, kelas sosial, manipulasi, dan kebutuhan manusia untuk merasa dihargai.
nonton Gioia (2025)
Gioia tidak menawarkan kisah cinta konvensional. Film ini mempertemukan dua manusia yang sama-sama terisolasi tetapi berasal dari generasi dan posisi sosial yang sangat berbeda.
Gioia merupakan seorang guru yang menjalani kehidupan sangat terbatas, sementara Alessio adalah murid yang sudah terbiasa memandang hubungan manusia melalui kebutuhan ekonomi dan kesempatan untuk memperbaiki hidup.
Ketika perhatian sederhana tumbuh menjadi kedekatan, hubungan mereka memasuki wilayah yang secara etis dan sosial tidak dapat dianggap sederhana.
Judul Asli La gioia
Judul asli film adalah La gioia, sedangkan judul internasionalnya dipasarkan sebagai Gioia.
Kata “gioia” dalam bahasa Italia dapat berarti kegembiraan atau sukacita, tetapi juga merupakan nama karakter utama. Pilihan tersebut menciptakan ironi karena kehidupan Gioia justru jauh dari gambaran kebahagiaan yang terkandung dalam namanya.
Sinopsis Gioia
Gioia adalah guru sekolah menengah yang masih tinggal bersama kedua orang tuanya. Kehidupannya sangat terkontrol sehingga ia tumbuh menjadi perempuan dewasa yang hampir tidak pernah mengalami hubungan romantis maupun kebebasan emosional.
Di sekolah tempatnya bekerja terdapat Alessio, seorang murid yang mempunyai masalah akademis dan kehidupan pribadi rumit. Ia berusaha mendapatkan uang dengan memanfaatkan tubuhnya demi membantu ibunya yang bekerja sebagai kasir supermarket.
Setelah sebuah kejadian membawa Alessio semakin dekat dengan Gioia, ia mulai meminta bantuan pelajaran bahasa Prancis. Pertemuan yang awalnya tampak seperti hubungan guru dan murid perlahan berubah menjadi sesuatu yang jauh lebih ambigu.
Gioia memberikan perhatian terhadap masa depan Alessio dengan cara yang tidak banyak ia dapatkan dari orang-orang lain dalam hidupnya. Di sisi lain, Alessio memberikan Gioia perhatian dan perasaan dibutuhkan yang hampir tidak pernah ia alami.
Kedekatan tersebut kemudian berkembang menjadi hubungan rapuh dan terlarang. Namun, keinginan Alessio memperbaiki status sosial serta keluar dari kemiskinan membuat hubungan itu bergerak menuju konsekuensi yang semakin berbahaya.
Gioia sebagai Tokoh Utama
Gioia merupakan perempuan paruh baya yang bekerja sebagai guru bahasa dan sastra Prancis.
Walaupun sudah dewasa, dirinya masih menjalani kehidupan yang sangat dipengaruhi kedua orang tua. Pengalaman romantisnya hampir tidak ada dan pemahamannya mengenai cinta lebih banyak berasal dari buku daripada pengalaman nyata.
Kondisi tersebut membuat perhatian Alessio mempunyai dampak emosional yang jauh lebih besar daripada yang mungkin ia sadari pada awalnya.
Valeria Golino sebagai Gioia
Valeria Golino memerankan Gioia dengan transformasi visual yang sengaja menjauhkan dirinya dari citra glamor seorang bintang film.
Karakter tersebut tampil dengan pakaian sederhana, sikap canggung, dan bahasa tubuh seseorang yang terbiasa menekan keinginannya sendiri. Pendekatan ini membuat kesepian Gioia terlihat melalui perilaku sehari-hari, bukan hanya dialog.
Gioia dan Kehidupan Bersama Orang Tuanya
Salah satu sumber keterasingan Gioia adalah hubungan dengan orang tuanya yang sangat mengekang.
Ibunya, Gisella, mempunyai pengaruh kuat terhadap berbagai keputusan hidup sang anak. Akibatnya, Gioia tidak sepenuhnya berkembang menjadi orang dewasa yang bebas menentukan arah kehidupan pribadi.
Ketika Alessio masuk ke rumah serta rutinitasnya, keseimbangan yang selama bertahun-tahun dipertahankan mulai berubah.
Betti Pedrazzi sebagai Gisella
Betti Pedrazzi memerankan Gisella, ibu Gioia.
Karakter tersebut membantu menjelaskan mengapa Gioia mempunyai hubungan yang tidak biasa dengan kebebasan dan cinta. Kontrol keluarga membuat kehidupan emosionalnya terasa berhenti jauh sebelum Alessio muncul.
Alessio sebagai Murid Bermasalah
Alessio berada pada posisi sangat berbeda dari Gioia. Ia masih muda tetapi kehidupannya sudah dipenuhi persoalan ekonomi dan eksploitasi.
Tujuan utamanya adalah mendapatkan uang dan menemukan cara keluar dari lingkungan yang dianggap tidak memberikan masa depan.
Pertemuan dengan Gioia memperlihatkan kepadanya bentuk perhatian yang tidak sepenuhnya didasarkan pada transaksi.
Saul Nanni sebagai Alessio
Saul Nanni memerankan Alessio dan menjadi pasangan utama Valeria Golino dalam cerita.
Karakter tersebut sengaja dibuat sulit dinilai secara sederhana. Alessio dapat terlihat rapuh dan menjadi korban eksploitasi, tetapi pada saat yang sama juga mampu menggunakan perasaan orang lain untuk mencapai tujuannya.
Kontradiksi tersebut menjadikannya salah satu karakter paling kompleks dalam film.
Kehidupan Ganda Alessio
Alessio mempunyai kehidupan yang tidak diketahui sebagian besar orang di sekolahnya.
Pada malam hari, ia menghasilkan uang melalui tubuh dan penampilannya. Situasi tersebut membuatnya terbiasa melihat perhatian, seksualitas, dan hubungan manusia sebagai sesuatu yang dapat mempunyai nilai ekonomi.
Ketika bertemu Gioia, pola tersebut mulai bertabrakan dengan bentuk kasih sayang yang jauh lebih polos.
Carla sebagai Ibu Alessio
Jasmine Trinca memerankan Carla, ibu Alessio.
Carla bekerja sebagai kasir supermarket dan kehidupannya berada dalam tekanan ekonomi. Hubungannya dengan sang anak menambah konteks mengenai alasan Alessio begitu terobsesi mendapatkan uang dan meningkatkan posisi sosial.
Film menggunakan keluarga Alessio untuk memperlihatkan bahwa keputusan sang pemuda tidak muncul tanpa latar belakang.
Jasmine Trinca dalam Gioia
Jasmine Trinca menjadi salah satu nama terbesar dalam jajaran pemeran pendukung.
Perannya sebagai Carla memberikan sisi lebih keras terhadap lingkungan Alessio dan menjadi kontras dengan kepolosan emosional Gioia.
Cosimo dalam Gioia
Francesco Colella memerankan Cosimo, figur dewasa yang mempunyai hubungan dengan lingkungan Alessio.
Karakter tersebut memperkuat gambaran dunia tempat manusia muda dapat dimanfaatkan oleh orang yang mempunyai lebih banyak uang, kuasa, dan pengalaman.
Cosimo juga menjadi bagian dari lingkungan moral yang membuat hubungan Gioia dan Alessio terasa semakin tidak nyaman.
Francesco Colella sebagai Cosimo
Francesco Colella membawa sisi gelap dalam ensemble melalui karakter Cosimo.
Keberadaan karakter tersebut membantu memperjelas bahwa eksploitasi dalam cerita tidak hanya berhubungan dengan hubungan antara guru dan murid, tetapi merupakan bagian dari lingkungan sosial yang lebih luas.
Hubungan Terlarang Gioia dan Alessio
Hubungan antara Gioia dan Alessio merupakan pusat cerita sekaligus sumber ketidaknyamanan moral film.
Gioia melihat Alessio sebagai seseorang yang membutuhkan perhatian dan kesempatan, sementara Alessio menemukan seseorang yang bersedia memperlakukannya dengan kasih sayang.
Namun, perbedaan usia dan hubungan guru-murid menciptakan ketimpangan yang tidak dapat diabaikan. Film menggunakan ketidaknyamanan tersebut sebagai bagian utama dramanya.
Guru dan Murid sebagai Konflik Moral
Kedekatan Gioia dan Alessio tidak dapat dipisahkan dari posisi mereka di sekolah.
Gioia adalah figur dewasa yang mempunyai tanggung jawab profesional terhadap muridnya, sedangkan Alessio masih berada dalam posisi yang lebih rentan.
Karena itu, film lebih tepat dipahami sebagai dark drama mengenai kebutuhan emosional dan eksploitasi daripada romance yang seharusnya dianggap ideal.
Flaubert dan Pemahaman Gioia tentang Cinta
Gioia mengajar bahasa serta sastra Prancis dan mempunyai hubungan kuat dengan dunia buku.
Dalam hidup yang sangat terbatas, literatur menjadi salah satu tempat dirinya memahami cinta, passion, serta kehidupan yang tidak pernah benar-benar dialami secara pribadi.
Pertemuan dengan Alessio membuat gambaran romantis dari buku bertabrakan dengan realitas manusia yang jauh lebih rumit.
Tema Kesepian
Sutradara Nicolangelo Gelormini menempatkan isolasi sebagai salah satu gagasan utama film.
Gioia kesepian karena hidupnya dikontrol dan hampir tidak mempunyai pengalaman intim, sedangkan Alessio terisolasi karena dunia di sekitarnya lebih sering melihatnya berdasarkan tubuh, penampilan, atau kemampuan menghasilkan uang.
Hubungan mereka tumbuh karena masing-masing menemukan sesuatu yang tidak tersedia di lingkungan lain.
Tema Eksploitasi
Eksploitasi muncul dalam beberapa bentuk sepanjang film.
Alessio memanfaatkan tubuh untuk mendapatkan uang tetapi pada saat sama juga dimanfaatkan oleh orang-orang yang mempunyai kekuasaan lebih besar. Gioia sendiri dapat menjadi sasaran ketika kebutuhan emosionalnya membuat dirinya mudah percaya terhadap perhatian seseorang.
Film membuat posisi korban dan pelaku terus bergeser sehingga tidak seluruh karakter dapat dibaca secara hitam-putih.
Tema Kelas Sosial
Keinginan Alessio untuk meningkatkan status sosial merupakan salah satu motivasi terpentingnya.
Uang bukan sekadar alat membeli barang tetapi simbol kemungkinan keluar dari kehidupan yang tidak diinginkan.
Masalah muncul ketika pencarian mobilitas sosial mulai mengubah cara dirinya memperlakukan orang yang benar-benar peduli kepadanya.
Tema Cinta dan Transaksi
Salah satu pertanyaan menarik dalam Gioia adalah apakah hubungan manusia masih dapat dianggap tulus ketika uang dan kebutuhan terus berada di belakangnya.
Alessio terbiasa berada dalam dunia yang membuat intimacy mempunyai harga. Gioia, sebaliknya, hampir tidak memahami konsep transaksi emosional karena pengalaman romantisnya sangat terbatas.
Pertemuan mereka mempertemukan dua cara memahami cinta yang hampir berlawanan.
Tema Kepolosan dan Sinisme
Gioia mewakili bentuk kepolosan yang sangat ekstrem untuk seseorang seusianya.
Alessio jauh lebih muda tetapi kehidupannya sudah membuat dirinya sinis dan terbiasa melihat motif tersembunyi dalam hubungan manusia.
Perbedaan tersebut menghasilkan hubungan yang sekaligus lembut dan mengkhawatirkan.
Tema Orang Tua yang Mengontrol Anak
Gioia mungkin sudah dewasa, tetapi kehidupan di rumah menunjukkan bagaimana kontrol orang tua dapat terus memengaruhi seseorang hingga usia matang.
Gisella membuat ruang kebebasan sang anak sangat sempit. Akibatnya, Gioia menghadapi pengalaman romantis dengan kematangan emosional yang tidak selalu sejalan dengan usianya.
Tema Keinginan Melarikan Diri
Gioia dan Alessio sama-sama ingin meninggalkan bentuk kehidupan yang sedang mereka jalani.
Gioia menginginkan kebebasan dari rutinitas serta keluarga yang mengekang, sedangkan Alessio menginginkan kebebasan ekonomi dan kesempatan membangun kehidupan baru.
Hubungan mereka kemudian terlihat seperti jalan keluar, tetapi film mempertanyakan apakah dua orang yang sama-sama sedang melarikan diri benar-benar dapat menyelamatkan satu sama lain.
Dark Fable dalam Gioia
Gioia sering digambarkan sebagai dark fable atau dongeng gelap.
Film tidak selalu mengejar realisme murni dan menggunakan beberapa momen yang terasa sedikit surealis untuk memperbesar karakter serta perasaan mereka.
Pendekatan tersebut membuat kisah yang berasal dari realitas sosial terasa seperti peringatan tragis mengenai kepolosan di dunia penuh predator.
Inspirasi dari Little Red Riding Hood
Gioia dapat dibaca seperti figur Little Red Riding Hood yang berada di tengah dunia penuh “serigala”.
Ia bergerak dengan kepolosan yang hampir tidak sesuai dengan kerasnya lingkungan di sekelilingnya.
Interpretasi tersebut memperkuat posisi film sebagai fabel gelap, bukan hanya drama hubungan biasa.
Adaptasi Se non sporca il mio pavimento
Film diadaptasi dari karya teater Se non sporca il mio pavimento karya Giuliano Scarpinato dan Gioia Salvatori.
Materi tersebut kemudian dikembangkan menjadi skenario layar lebar oleh Giuliano Scarpinato dan Benedetta Mori dengan kolaborasi penulisan tambahan.
Perpindahan dari panggung menuju film memungkinkan cerita menggunakan lokasi, sinematografi, dan bahasa visual untuk memperbesar rasa keterasingan karakter.
Terinspirasi dari Peristiwa Nyata
Karya panggung yang menjadi dasar film secara bebas mengambil inspirasi dari sebuah kasus kriminal nyata di Italia.
Namun, versi film mengubah materi menjadi karakter fiksi dan tidak bekerja sebagai rekonstruksi true-crime prosedural.
Gelormini lebih tertarik pada kesepian, eksploitasi, dan hubungan manusia daripada hanya menjelaskan kronologi sebuah kejahatan.
Nicolangelo Gelormini sebagai Sutradara
Gioia merupakan feature fiksi kedua Nicolangelo Gelormini.
Ia sebelumnya menyutradarai Fortuna dan kembali bekerja bersama Valeria Golino dalam proyek ini.
Pendekatan Gelormini menekankan karakter yang sengaja dibuat ekstrem untuk memperlihatkan rasa alienasi serta kekerasan sosial dalam lingkungan mereka.
Penulis Skenario Gioia
Skenario utama dikreditkan kepada Giuliano Scarpinato dan Benedetta Mori.
Chiara Tripaldi terlibat dalam kolaborasi skenario, sementara Nicolangelo Gelormini juga tercatat berkontribusi dalam pengembangannya.
Sumber utamanya tetap berasal dari drama panggung karya Scarpinato dan Gioia Salvatori.
Gianluca Palma sebagai Sinematografer
Gianluca Palma menangani sinematografi film.
Visual digunakan untuk memperlihatkan ruang domestik yang mengekang, lingkungan provinsi, serta kontras antara dunia Gioia yang lembut dan kehidupan Alessio yang jauh lebih keras.
Chiara Vullo sebagai Editor
Editing ditangani Chiara Vullo.
Ritme film memberi banyak ruang bagi interaksi karakter sehingga perubahan hubungan Gioia dan Alessio berkembang secara bertahap daripada langsung berubah menjadi konflik besar.
Musik Tóti Guðnason
Tóti Guðnason menangani musik film.
Score membantu mempertahankan nuansa fabel gelap dan perasaan tidak nyaman yang terus berkembang di balik momen-momen yang awalnya tampak lembut.
Antonella Cannarozzi dan Kostum
Costume design dikerjakan Antonella Cannarozzi.
Pakaian mempunyai fungsi penting dalam membentuk karakter, terutama penampilan Gioia yang sengaja terasa tidak selaras dengan lingkungan dan usianya.
Alessio juga menggunakan penampilan sebagai bagian dari kehidupan gandanya, sehingga kostum mempunyai fungsi naratif lebih besar daripada sekadar dekorasi.
Produser Gioia
Produksi melibatkan Viola Prestieri dan Valeria Golino.
Film dibuat oleh HT Film, Indigo Film, dan Vision Distribution serta mendapatkan dukungan dari institusi perfilman Italia dan Film Commission Torino Piemonte.
HT Film, Indigo Film, dan Vision Distribution
Tiga perusahaan tersebut menjadi bagian utama struktur produksi film.
Vision Distribution juga menangani distribusi Italia sekaligus international sales, sehingga Gioia kemudian dapat dipasarkan ke berbagai wilayah di luar Italia.
Produksi Italia
Gioia merupakan film Italia dan menggunakan lingkungan provinsi Italia sebagai bagian penting ceritanya.
Konteks sosial tersebut memengaruhi cara film menggambarkan kelas, keluarga, sekolah, pekerjaan, serta keinginan Alessio mencari kehidupan yang berbeda.
Lokasi Cerita Dekat Turin
Cerita berlangsung di sebuah wilayah provinsi dekat Turin.
Lingkungan tersebut sengaja tidak terasa glamor dan memperkuat gambaran kehidupan para karakter yang penuh keterbatasan.
Provinsi hampir menjadi karakter tersendiri karena membentuk keinginan Alessio untuk pergi dan ketidakmampuan Gioia keluar dari kehidupan lama.
Bahasa Gioia
Bahasa asli film adalah bahasa Italia.
Identitas lokal juga terasa melalui aksen, lingkungan, serta hubungan keluarga dan sosial yang sangat spesifik terhadap konteks Italia.
Durasi Gioia
Durasi resmi Gioia adalah 108 menit atau sekitar satu jam 48 menit.
Runtime tersebut memberi film cukup waktu untuk membangun karakter, hubungan yang semakin ambigu, dan perubahan dari drama personal menuju konsekuensi yang lebih gelap.
Genre Gioia
Film secara resmi dikategorikan sebagai drama.
Namun, pendekatannya juga memiliki unsur psychological drama, dark fable, social drama, dan crime-inspired tragedy.
Film tidak bekerja sebagai thriller kriminal konvensional meskipun sumber inspirasinya mempunyai hubungan dengan sebuah kasus kriminal.
Premiere di Venice 2025
Gioia dipresentasikan dalam kompetisi Giornate degli Autori pada Venice Film Festival 2025.
Pemutaran publik berlangsung pada 28 Agustus 2025 di Sala Perla, setelah screening untuk press dan industry sehari sebelumnya.
Kehadiran di Venice menjadi salah satu awal perjalanan festival internasional film.
Giornate degli Autori 2025
Film merupakan satu-satunya produksi Italia dalam competition lineup Giornate degli Autori 2025.
Seleksi tersebut memberikan proyek Gelormini panggung internasional sebelum rilis komersial di bioskop Italia.
Mar del Plata Film Festival
Gioia kemudian mengikuti International Feature Film Competition di Mar del Plata International Film Festival 2025.
Nicolangelo Gelormini memenangkan penghargaan Best Director, sementara Saul Nanni mendapatkan Best Actor atas perannya sebagai Alessio.
Penghargaan Saul Nanni
Penghargaan Best Actor di Mar del Plata memperlihatkan pentingnya karakter Alessio dalam keberhasilan film.
Perannya membutuhkan keseimbangan antara daya tarik, kerentanan, ambisi, dan kemampuan melakukan pilihan yang membuat penonton tidak selalu nyaman bersimpati kepadanya.
Rilis Bioskop Italia 2026
Walaupun film merupakan produksi 2025 dan sudah beredar di festival pada tahun tersebut, rilis bioskop Italia berlangsung pada 12 Februari 2026.
Vision Distribution menangani distribusi domestik.
Perbedaan tersebut menjelaskan mengapa sejumlah katalog mengelompokkan Gioia bersama film-film yang dirilis pada 2026.
Kenapa URL Menggunakan Gioia 2026?
Slug gioia-2026 dapat dipahami karena tanggal distribusi bioskop utama Italia jatuh pada Februari 2026.
Namun, tahun produksi serta premiere festival film adalah 2025. Karena itu, penulisan Gioia (2025) tetap tepat apabila mengikuti tahun produksi dan debut festival.
Distribusi Internasional Gioia
Film mendapatkan penjualan ke sejumlah wilayah Eropa, Amerika Utara, dan Asia.
FilmItalia mencatat distributor seperti Breaking Glass Pictures untuk Amerika Serikat dan Kanada serta beberapa distributor Eropa dalam jaringan distribusi internasional.
Vision Distribution bertindak sebagai world sales agent.
Penerimaan Awal Gioia
Pembahasan kritik sejak Venice banyak menyoroti film sebagai fabel gelap mengenai hubungan tidak mungkin antara guru yang naif dan murid yang terbiasa hidup di lingkungan eksploitatif.
Transformasi Valeria Golino serta karakter Alessio yang dimainkan Saul Nanni menjadi dua elemen yang paling sering mendapatkan perhatian.
Transformasi Valeria Golino
Gelormini sengaja membawa Valeria Golino jauh dari citra layar yang biasanya melekat kepadanya.
Penampilan fisik, kostum, gesture, dan cara berbicara digunakan untuk menciptakan perempuan yang terasa canggung dan tidak pernah sepenuhnya memiliki tempat di dunia sosial sekitarnya.
Transformasi tersebut membantu penonton memahami kerentanan Gioia sebelum hubungan dengan Alessio berkembang.
Gioia sebagai Little Red Riding Hood
Secara interpretatif, Gioia dapat dibaca sebagai Little Red Riding Hood yang masuk ke lingkungan penuh serigala.
Kepolosannya menjadi kualitas yang indah tetapi sekaligus sumber kerentanan di tengah karakter yang lebih sinis serta terbiasa memanfaatkan manusia lain.
Makna Nama Gioia
Nama Gioia memberikan ironi kuat terhadap kehidupan protagonis.
Ia bernama “joy”, tetapi hampir seluruh kehidupan dijalani dalam kesepian, kontrol keluarga, dan keinginan mendapatkan cinta yang belum pernah benar-benar terpenuhi.
Ketika sedikit kebahagiaan akhirnya muncul, sifatnya begitu rapuh sehingga mudah berubah menjadi tragedi.
Apakah Gioia Berdasarkan Kisah Nyata?
Film tidak dibuat sebagai rekonstruksi literal sebuah kasus kriminal.
Sumber langsungnya adalah drama panggung Se non sporca il mio pavimento, yang sendiri secara bebas mengambil inspirasi dari sebuah peristiwa kriminal nyata di Italia.
Versi layar lebar menggunakan karakter fiksi untuk membahas isolasi, eksploitasi, kelas sosial, dan kebutuhan manusia akan kasih sayang.
Apakah Gioia Film Romance?
Ada hubungan romantis sebagai inti konflik, tetapi Gioia sebaiknya tidak dipahami sebagai romance konvensional.
Hubungan guru dan murid, perbedaan usia, kebutuhan ekonomi, dan manipulasi membuat kedekatan mereka penuh persoalan etis.
Film lebih dekat pada drama psikologis dan fabel tragis mengenai dua manusia yang membutuhkan sesuatu dari satu sama lain.
Apakah Gioia Layak Ditonton?
Gioia dapat menjadi pilihan menarik bagi penonton yang menyukai drama karakter, film Italia, kisah psikologis, cerita mengenai kesepian, serta hubungan manusia yang tidak mudah dibagi menjadi benar dan salah.
Valeria Golino dan Saul Nanni menjadi pusat film dengan dua karakter yang berasal dari dunia emosional berbeda tetapi sama-sama ingin melarikan diri dari kehidupan yang sedang mereka jalani.
Jasmine Trinca, Francesco Colella, dan Betti Pedrazzi memperkuat lingkungan sosial yang membuat keputusan Gioia serta Alessio semakin sulit.
Film juga cocok bagi penonton yang menyukai cerita dengan tone gelap dan sedikit surealis daripada drama romantis yang menawarkan kenyamanan atau hubungan ideal.
Kesimpulan
Gioia (2025) atau La gioia mengikuti seorang guru sekolah menengah yang masih tinggal bersama orang tuanya dan hampir tidak pernah mengalami cinta di luar ikatan keluarga yang mengekang. Kehidupan tersebut berubah ketika Alessio, seorang murid yang berusaha mendapatkan uang demi membantu ibunya sekaligus keluar dari kehidupan miskin, mulai meminta pelajaran bahasa Prancis kepadanya.
Perhatian sederhana berkembang menjadi hubungan terlarang yang memenuhi kebutuhan emosional kedua karakter dengan cara berbeda. Gioia menemukan perasaan dicintai yang selama ini hanya dikenalnya melalui buku, sementara Alessio menemukan seseorang yang benar-benar memperhatikan masa depan dan kesejahteraannya. Namun, ambisi, ketimpangan usia, hubungan guru-murid, eksploitasi, dan kebutuhan ekonomi membuat kedekatan tersebut bergerak menuju konsekuensi tragis.
Dengan arahan Nicolangelo Gelormini, skenario Giuliano Scarpinato dan Benedetta Mori berdasarkan drama panggung karya Scarpinato dan Gioia Salvatori, cinematography Gianluca Palma, editing Chiara Vullo, musik Tóti Guðnason, kostum Antonella Cannarozzi, serta penampilan Valeria Golino, Saul Nanni, Jasmine Trinca, Francesco Colella, Betti Pedrazzi, dan ensemble lainnya, film Italia berdurasi 108 menit ini menawarkan drama gelap mengenai kesepian, cinta, kelas sosial, eksploitasi, keluarga, manipulasi, serta kebutuhan manusia untuk keluar dari kehidupan yang membuatnya merasa terperangkap. Penonton yang ingin mengikuti hubungan rumit Gioia dan Alessio dapat mengunjungi halaman nonton Gioia (2025) hingga akhir.
