Meikyuu no Shiori (2026)
Labyrinth (2026) merupakan film anime fiksi ilmiah, fantasi, dan petualangan Jepang yang membawa persoalan media sosial, identitas digital, popularitas internet, serta tekanan kehidupan remaja ke dalam dunia virtual penuh warna. Disutradarai Shōji Kawamori dan dibintangi SUZUKA dari ATARASHII GAKKO! sebagai pengisi suara Shiori Maezawa sekaligus alter egonya, SHIORI@REVOLUTION, film ini mengikuti seorang siswi SMA yang terperangkap di dalam dunia smartphone setelah sebuah video memalukan tentang dirinya menjadi viral. Penonton dapat mengunjungi halaman nonton Labyrinth (2026) untuk mengikuti usaha Shiori keluar dari labirin digital sebelum versi lain dirinya mengambil alih kehidupannya di dunia nyata.
nonton Labyrinth (2026)
Labyrinth menggunakan smartphone sebagai pintu menuju dunia lain. Alih-alih mengirim karakter ke kerajaan fantasi tradisional, film menciptakan sebuah labirin yang lahir dari kehidupan digital, media sosial, algoritma, komentar internet, dan obsesi manusia terhadap popularitas.
Tokoh utamanya adalah Shiori Maezawa, seorang siswi SMA pemalu yang kesulitan mengungkapkan apa yang sebenarnya dipikirkan. Ketika sebuah kejadian di media sosial membuat kehidupannya berubah, Shiori secara misterius terperangkap di dalam smartphone.
Situasi menjadi semakin rumit ketika versi lain dirinya muncul di dunia nyata. Alter ego bernama SHIORI@REVOLUTION mempunyai kepercayaan diri, gaya, serta kemampuan menarik perhatian publik yang selama ini tidak dimiliki Shiori.
Sinopsis Labyrinth
Shiori Maezawa menjalani kehidupan sebagai siswi SMA yang cenderung pendiam. Ia sering kesulitan mengatakan apa yang sebenarnya dirasakan dan jauh berbeda dari sahabat masa kecilnya, Kirara Kurashina, yang sudah populer sebagai influencer melalui video bernyanyi dan menari.
Suatu hari Shiori membuat sebuah video bersama Kirara. Video tersebut kemudian berhubungan dengan sebuah insiden media sosial yang mengubah kehidupan Shiori secara drastis.
Shiori tiba-tiba menemukan dirinya berada dalam dunia aneh yang terbentang di dalam smartphone. Tempat tersebut terlihat seperti sebuah labirin digital dengan aturan yang sangat berbeda dari dunia nyata.
Di dalam dunia smartphone, Shiori bertemu Komori, sebuah stiker berbentuk kelinci yang dapat berbicara. Komori memberitahunya bahwa dirinya benar-benar terperangkap di dalam sesuatu yang disebut Labyrinth.
Sementara Shiori mencari jalan keluar, sesuatu yang lebih aneh terjadi di dunia nyata. Sosok lain yang memiliki wajah serta identitasnya muncul menggantikan dirinya.
Versi tersebut menamakan dirinya SHIORI@REVOLUTION. Berbeda dengan Shiori yang pemalu, SHIORI tampil penuh percaya diri, ekspresif, bebas, dan sangat terampil menggunakan media sosial untuk mendapatkan perhatian.
Shiori Maezawa sebagai Tokoh Utama
Shiori merupakan seorang remaja yang sebenarnya ingin diperhatikan tetapi kesulitan memperlihatkan dirinya kepada orang lain. Kepribadiannya membuat kehidupan di media sosial terasa seperti dunia yang dikuasai orang-orang yang jauh lebih percaya diri.
Perjalanan di Labyrinth membuat Shiori harus menghadapi pertanyaan mengenai identitas. Ia tidak hanya mencari jalan keluar dari smartphone, tetapi mencoba memahami siapa dirinya ketika internet mampu menciptakan versi dirinya yang terlihat lebih menarik.
Konflik tersebut membuat kisah Shiori dekat dengan kehidupan remaja modern. Keinginan menjadi versi terbaik diri sendiri dapat berubah menjadi masalah ketika seseorang mulai percaya bahwa kepribadian aslinya tidak cukup berharga.
SUZUKA sebagai Shiori Maezawa
SUZUKA dari grup ATARASHII GAKKO! mengisi suara Shiori Maezawa. Peran ini menjadi pengalaman besar pertamanya sebagai pengisi suara karakter utama dalam film anime panjang.
SUZUKA tidak hanya memainkan Shiori. Ia juga mengisi suara SHIORI@REVOLUTION sehingga harus membedakan dua karakter yang mempunyai wajah sama tetapi kepribadian berlawanan.
Perbedaan tersebut menjadi salah satu elemen penting film. Shiori terdengar lebih tertahan dan tidak yakin, sedangkan SHIORI mempunyai energi jauh lebih besar serta tampil seperti seseorang yang diciptakan untuk menjadi bintang internet.
SHIORI@REVOLUTION sebagai Alter Ego
SHIORI@REVOLUTION adalah versi lain Shiori yang muncul di dunia nyata setelah Shiori asli terperangkap. Ia mempunyai semua karakteristik yang tampaknya diinginkan oleh seseorang yang mengejar ketenaran online.
SHIORI berpenampilan lebih mencolok, sangat percaya diri, dan mampu menggunakan media sosial secara efektif. Popularitasnya berkembang cepat ketika semakin banyak orang tertarik kepadanya.
Masalahnya, tujuan SHIORI tidak hanya menikmati kehidupan baru. Ia ingin sepenuhnya menggantikan Shiori asli dan mempertahankan identitas tersebut sebagai miliknya.
Dua Shiori dan Konflik Identitas
Keberadaan dua Shiori merupakan metafora yang mudah dikaitkan dengan identitas online. Seseorang dapat mempunyai kepribadian nyata dan versi yang telah dikurasi khusus untuk diperlihatkan kepada publik.
Versi digital sering terlihat lebih menarik karena hanya menampilkan bagian yang ingin dilihat orang lain. Namun, semakin besar perbedaan antara identitas asli dan identitas internet, semakin sulit menentukan mana yang sebenarnya mewakili diri seseorang.
Film menggunakan konflik Shiori dan SHIORI untuk membawa pertanyaan tersebut ke bentuk ekstrem. Alter ego yang biasanya hanya hidup melalui profil internet kini benar-benar dapat mengambil tempat manusia aslinya.
Komori sebagai Teman Shiori di Dunia Smartphone
Komori merupakan stiker kelinci yang dapat berbicara dan menjadi salah satu karakter paling unik dalam film. Shiori bertemu dengannya setelah terperangkap di dalam dunia smartphone.
Komori mempunyai cara berbicara yang sangat sopan dan kemudian menemani Shiori menjelajahi Labyrinth. Penampilannya yang lucu memberikan unsur komedi di tengah situasi yang semakin aneh.
Namun, Komori juga menyimpan masa lalu tertentu. Karakter ini bukan sekadar maskot tanpa latar belakang dan mempunyai hubungan dengan tema mengenai tekanan serta luka yang muncul dari kehidupan internet.
Taizo Harada sebagai Komori
Taizo Harada menjadi pengisi suara Komori. Aktor sekaligus anggota grup komedi Neptune tersebut memberikan karakter kelinci itu kombinasi humor, kehangatan, dan sisi emosional.
Komori menjadi pasangan yang sangat berbeda dari Shiori. Bentuknya hanya seperti stiker digital, tetapi dirinya justru memiliki karakter manusiawi dan bersedia membantu seseorang yang sedang kesulitan.
Hubungan mereka berkembang menjadi salah satu bagian penting perjalanan keluar dari Labyrinth.
Kirara Kurashina sebagai Sahabat Shiori
Kirara Kurashina merupakan sahabat masa kecil Shiori. Ia mempunyai karakter lebih terbuka dan telah mendapatkan popularitas melalui konten bernyanyi serta menari di internet.
Popularitas Kirara secara tidak langsung memperlihatkan dunia yang selama ini berada di luar jangkauan Shiori. Kirara mampu menikmati perhatian publik sementara Shiori masih kesulitan memperlihatkan dirinya sendiri.
Sebuah video yang dibuat bersama Kirara menjadi bagian penting dari kejadian yang akhirnya menyeret Shiori menuju Labyrinth.
Aoi Ito sebagai Kirara Kurashina
Aoi Ito mengisi suara Kirara. Karakter tersebut tidak hanya berfungsi sebagai influencer populer, tetapi sebagai seseorang yang memiliki hubungan pribadi panjang dengan Shiori.
Karena mengenal Shiori sejak lama, Kirara mempunyai alasan untuk memperhatikan perubahan aneh yang muncul ketika SHIORI mengambil tempat sahabatnya.
Hubungan keduanya membantu memberikan sisi emosional terhadap cerita yang dipenuhi teknologi dan dunia virtual.
Kento Yamada dan Perasaannya terhadap Shiori
Kento Yamada merupakan teman sekelas Shiori yang mempunyai kepribadian cukup ceria. Ia juga menyimpan perasaan terhadap Shiori.
Ketika mendengar cerita bahwa Shiori sebenarnya terperangkap di dalam smartphone, Yamada bersedia mempercayainya dan mencoba memberikan bantuan.
Karakter tersebut menjadi salah satu hubungan Shiori dengan dunia nyata ketika identitasnya mulai diambil alih oleh SHIORI.
Jun Saito sebagai Kento Yamada
Jun Saito menjadi pengisi suara Kento Yamada. Peran tersebut menjadi bagian dari kelompok karakter remaja yang membantu mempertahankan sisi coming-of-age di tengah cerita science-fiction.
Yamada memberikan perspektif seseorang yang mengenal Shiori sebelum fenomena digital mengubah kehidupannya. Kesetiaan tersebut menjadi penting ketika penampilan luar sudah tidak dapat digunakan untuk menentukan siapa Shiori sebenarnya.
Suguru Kagami sebagai Pengusaha Genius
Suguru Kagami merupakan seorang mahasiswa, peneliti, sekaligus pengusaha muda yang mendapatkan perhatian internasional. Penelitiannya berkaitan dengan teknologi yang dapat menghubungkan smartphone dan otak manusia secara langsung.
Ketika Shiori berada dalam Labyrinth, Suguru menawarkan bantuan dan mengatakan bahwa dirinya dapat membantu Shiori mendapatkan kembali “diri yang sebenarnya”.
Namun, ia juga melakukan kontak dengan SHIORI di dunia nyata. Suguru kemudian membicarakan sebuah rencana yang membuat posisi serta tujuan sebenarnya menjadi semakin mencurigakan.
Takuto Teranishi sebagai Suguru Kagami
Takuto Teranishi dari timelesz mengisi suara Suguru Kagami. Karakter tersebut menjadi salah satu figur penting yang menghubungkan teknologi dunia nyata dengan fenomena di dalam smartphone.
Suguru bukan hanya seorang ilmuwan yang mencoba membantu. Ambisinya membuat cerita berkembang menuju persoalan yang dapat memengaruhi jauh lebih banyak orang daripada Shiori seorang diri.
Keterlibatannya membuat konflik perlahan berubah dari masalah identitas seorang remaja menjadi ancaman teknologi dengan skala lebih besar.
Labyrinth sebagai Dunia di Dalam Smartphone
Labyrinth bukan labirin batu seperti dalam cerita fantasi klasik. Dunia tersebut merupakan representasi visual dari ruang digital yang berada di dalam smartphone.
Stiker, informasi, konten, identitas virtual, dan berbagai bentuk budaya internet menjadi bagian dari lanskapnya. Pendekatan tersebut memungkinkan film mengubah pengalaman menggunakan smartphone menjadi lingkungan yang benar-benar dapat dimasuki.
Dunia digital juga tidak selalu menyenangkan. Komentar, perhatian publik, dan tekanan sosial dapat meninggalkan dampak terhadap orang yang hidup di dalam maupun di luar layar.
Smartphone sebagai Pintu Menuju Dunia Lain
Banyak anime menggunakan portal, sihir, atau kecelakaan untuk membawa karakter menuju dunia lain. Labyrinth memilih benda yang hampir setiap hari berada di tangan manusia: smartphone.
Pilihan tersebut membuat konsep isekai mempunyai pendekatan modern. Dunia lain bukan tempat yang jauh, tetapi ruang yang sebenarnya selalu dibawa manusia ke mana pun mereka pergi.
Smartphone dalam cerita menjadi alat komunikasi sekaligus tempat seseorang dapat kehilangan kendali atas identitasnya sendiri.
Media Sosial sebagai Tema Utama
Media sosial berada di pusat konflik Labyrinth. Shiori mempunyai keinginan dikenal orang lain tetapi juga takut terhadap penilaian publik.
SHIORI menunjukkan sisi berlawanan. Ia memahami bagaimana mendapatkan perhatian serta tidak memiliki hambatan dalam membangun citra dirinya.
Film mempertanyakan apa yang terjadi ketika popularitas, likes, views, dan jumlah pengikut mulai menentukan seberapa berharga seseorang merasa tentang dirinya.
Viral dan Tekanan Popularitas
Menjadi viral dapat terlihat sebagai keberhasilan bagi seseorang yang ingin terkenal. Namun, film memperlihatkan bahwa perhatian internet dapat berkembang jauh lebih cepat daripada kemampuan manusia untuk mengendalikannya.
Sebuah video dapat dilihat jutaan orang hanya dalam waktu singkat. Setelah informasi menyebar, pemilik video tidak selalu mempunyai kemampuan untuk menentukan bagaimana publik menafsirkannya.
Shiori mengalami sisi tersebut ketika sebuah kejadian online menjadi titik balik kehidupannya.
Brainrot dalam Cerita Labyrinth
Versi distribusi internasional menggunakan istilah “brainrot” untuk menggambarkan bagian dari rencana besar SHIORI. Istilah tersebut biasanya digunakan untuk membahas konsumsi konten internet yang berlebihan, repetitif, atau sangat dangkal.
Film menggunakan ide tersebut dalam bentuk science-fiction yang jauh lebih ekstrem. Ketergantungan terhadap dunia digital tidak hanya memengaruhi kebiasaan, tetapi dapat menjadi ancaman terhadap identitas manusia.
Dengan demikian, cerita bergerak dari persoalan personal Shiori menuju kritik lebih luas terhadap bagaimana teknologi dapat mengendalikan perhatian.
Tema Menemukan Diri Sendiri
Di balik seluruh dunia digital, inti Labyrinth tetap merupakan cerita coming-of-age. Shiori harus memahami bahwa kepribadian pemalu tidak otomatis membuat dirinya lebih rendah dibandingkan orang yang populer.
SHIORI mewakili gambaran mengenai diri ideal yang lebih berani, menarik, dan mendapat perhatian. Namun, menjadi versi yang terlihat sempurna di internet mempunyai konsekuensi tersendiri.
Perjalanan keluar dari labirin menjadi perjalanan menerima identitas tanpa sepenuhnya menyerahkan penilaian diri kepada masyarakat online.
Dualitas antara Kehidupan Nyata dan Online
Banyak orang mempunyai perilaku berbeda ketika berada di internet. Film mengubah fenomena tersebut menjadi dua karakter yang dapat hadir secara terpisah.
Shiori dan SHIORI terlihat sama tetapi memandang dunia dengan cara berbeda. Salah satunya dipenuhi keraguan, sedangkan yang lain hampir tidak mempunyai batas dalam mengejar perhatian.
Pertarungan di antara keduanya menunjukkan bahwa identitas manusia tidak dapat disederhanakan menjadi profil yang paling populer.
Horor Digital dalam Labyrinth
Walaupun dipasarkan sebagai fantasy adventure anime, situs resmi Jepang juga menekankan sisi horor dalam perjalanan Shiori. Ketakutannya berasal dari kemungkinan kehilangan identitas di dalam sistem digital.
Horor tersebut berbeda dari cerita hantu tradisional. Ancaman muncul dari sesuatu yang sangat dekat dengan kehidupan modern: smartphone dan media sosial.
Konsep seseorang digantikan oleh versi digital dirinya memberikan nuansa psikologis yang cukup menyeramkan meskipun visual film penuh warna dan musik.
Unsur Fiksi Ilmiah
Teknologi yang menghubungkan otak manusia dengan smartphone membawa film masuk ke wilayah science fiction. Suguru Kagami menjadi karakter penting dalam pengembangan konsep tersebut.
Film tidak hanya memperlakukan dunia digital sebagai sihir tanpa penjelasan. Penelitian mengenai hubungan antara otak dan perangkat menjadi bagian dari misteri yang berada di balik Labyrinth.
Konsep tersebut juga memperkuat pertanyaan mengenai apa yang akan terjadi apabila teknologi dapat memahami dan merekonstruksi identitas manusia.
Musik sebagai Bagian Penting Film
Musik mempunyai tempat khusus dalam karya Shōji Kawamori dan Labyrinth melanjutkan tradisi tersebut. Adegan performa SHIORI menjadi bagian dari perkembangan popularitas karakter di dunia nyata.
Film menggabungkan musik pop dengan dunia digital dan science fiction. Pendekatan ini memberikan energi berbeda dari anime cyberpunk yang sepenuhnya suram.
Sailor, Sail On sebagai Lagu Tema
Lagu tema film berjudul Sailor, Sail On dan dibawakan oleh ATARASHII GAKKO!. SUZUKA juga menyanyikannya dalam konteks penampilan SHIORI di dalam cerita.
Lagu tersebut mempunyai hubungan dengan tema perjalanan serta pencarian identitas. Musik menjadi bagian dari ekspresi karakter sekaligus elemen penting materi promosi film.
yonkey sebagai Komposer
Musik film digarap yonkey. Pendekatan elektronik dan pop sangat sesuai dengan dunia smartphone serta identitas digital yang menjadi pusat cerita.
Skor harus bergerak antara suasana coming-of-age, dunia internet yang aneh, humor, aksi, serta bagian yang lebih mengganggu. Variasi tersebut membuat musik mempunyai fungsi besar dalam membentuk identitas film.
Shōji Kawamori sebagai Sutradara
Labyrinth disutradarai Shōji Kawamori, kreator yang dikenal melalui waralaba Macross, Aquarion, serta berbagai anime science-fiction lainnya. Film ini dipromosikan sebagai feature anime orisinal pertamanya sebagai sutradara.
Kawamori dikenal sering menggabungkan teknologi, musik, hubungan manusia, serta ide mengenai perubahan masyarakat. Semua unsur tersebut kembali muncul dalam Labyrinth, tetapi kali ini smartphone mengambil posisi sentral.
Alih-alih pesawat luar angkasa menjadi pusat dunia futuristis, benda paling penting justru perangkat kecil yang sudah menjadi bagian sehari-hari kehidupan manusia modern.
Taichi Hashimoto sebagai Penulis Skenario
Skenario film ditulis Taichi Hashimoto. Naskah menggabungkan petualangan isekai, konflik identitas, hubungan remaja, teknologi, serta kritik terhadap media sosial.
Cerita harus berjalan di dua dunia secara bersamaan. Shiori bergerak di Labyrinth sementara SHIORI memengaruhi kehidupan nyata.
Perpindahan antara kedua sisi tersebut membuat konflik menjadi semakin besar ketika tindakan satu karakter mulai membawa konsekuensi terhadap karakter lainnya.
Risa Ebata sebagai Character Designer
Risa Ebata menangani desain karakter. Desain Shiori dan SHIORI menjadi sangat penting karena keduanya harus langsung terlihat sebagai orang yang sama sekaligus mempunyai identitas berbeda.
Perubahan pakaian, ekspresi, gerakan, dan gaya memberikan SHIORI kepribadian visual yang jauh lebih agresif daripada Shiori.
Karakter lain seperti Komori juga memanfaatkan estetika digital dengan desain yang menyerupai stiker smartphone.
Studio Sanzigen dan Produksi Animasi
Produksi animasi ditangani Sanzigen, studio Jepang yang dikenal dengan pendekatan animasi 3DCG serta kombinasi teknik digital.
Gaya tersebut cocok untuk film yang berpindah antara kehidupan nyata dan dunia digital. Labyrinth dapat menggunakan bentuk visual yang lebih bebas tanpa harus mengikuti aturan lingkungan fisik.
Gaga Corporation, Fuji Television, Slow Curve, dan sejumlah perusahaan lain turut terlibat dalam struktur produksi proyek.
Animasi 3DCG dan Dunia Digital
Labyrinth menggunakan visual digital untuk membuat lingkungan smartphone terasa seperti dunia dengan logikanya sendiri. Warna, cahaya, simbol internet, serta bentuk ruang dapat berubah jauh lebih bebas dibandingkan lokasi nyata.
Pendekatan tersebut memberi film kesempatan menciptakan adegan yang terasa seperti campuran anime, video musik, game, dan media sosial.
Visual yang ramai juga sesuai dengan temanya. Internet sendiri merupakan tempat di mana berbagai gambar, suara, informasi, serta perhatian datang secara bersamaan.
Pengisi Suara Labyrinth (2026)
SUZUKA mengisi suara Shiori Maezawa sekaligus SHIORI@REVOLUTION. Taizo Harada memerankan Komori, Aoi Ito mengisi suara Kirara Kurashina, dan Jun Saito menjadi Kento Yamada.
Takuto Teranishi mengisi suara Suguru Kagami. Pemeran tambahan mencakup Show Hayami sebagai Keizo Maezawa, Maaya Sakamoto sebagai Yoriko Maezawa, serta Tomokazu Sugita sebagai Tosaka.
Komposisi pemain mempertemukan aktor, penyanyi, idol, serta pengisi suara berpengalaman dalam satu produksi.
Versi Dub Bahasa Inggris
Untuk perilisan Amerika Utara, GKIDS juga menyiapkan versi sulih suara bahasa Inggris. Shay Rudolph menjadi suara Shiori dan Jesse Inocalla mengisi suara Komori.
Nicholas Leung menjadi Suguru, Patrick Mealey mengisi suara Yamada, dan Brianna Gentilella menjadi Kirara.
Perilisan bioskop Amerika Utara menyediakan versi bahasa Jepang dengan subtitle Inggris sekaligus versi English dub.
Durasi Labyrinth
Durasi film berada di sekitar 115 hingga 116 menit. Situs resmi Blu-ray Jepang mencatat film utama sepanjang 115 menit, sementara beberapa katalog menggunakan angka 116 menit.
Dengan durasi hampir dua jam, film mempunyai ruang untuk memperkenalkan dunia smartphone, konflik dua Shiori, sejumlah karakter pendukung, serta rencana yang berkembang menuju skala besar.
Genre dan Bahasa Labyrinth
Labyrinth dikategorikan sebagai anime fantasy adventure dengan unsur science fiction, coming-of-age, musik, dan horor digital. Bahasa asli film adalah bahasa Jepang.
Film mempunyai aspect ratio 1.85:1 untuk perilisan bioskop internasional. Distribusi luar Jepang menyediakan subtitle serta dub berdasarkan wilayah.
Rilis Jepang pada 1 Januari 2026
Labyrinth dirilis secara nasional di Jepang pada 1 Januari 2026 melalui Gaga Corporation. Tanggal Tahun Baru tersebut menjadi bagian menonjol dari promosi film sejak teaser awal.
Berbagai acara panggung bersama pemain dan Shōji Kawamori kemudian digelar sepanjang Januari untuk mendukung perilisan domestik.
Rilis Amerika Utara melalui GKIDS
GKIDS membawa film ke bioskop Amerika Utara pada 10 dan 11 Mei 2026 dalam penayangan terbatas selama dua malam.
Penonton dapat memilih versi bahasa Jepang dengan subtitle Inggris atau versi English dub. Strategi tersebut memberi penggemar anime dua pilihan pengalaman menonton.
Labyrinth Kini Tersedia Secara Digital
Setelah periode bioskop, GKIDS telah merilis Labyrinth melalui layanan digital di Amerika Utara. Film tercantum tersedia melalui Apple TV, Fandango at Home, serta Prime Video di wilayah yang didukung.
Ketersediaan di negara lain bergantung pada lisensi regional dan tidak selalu mengikuti jadwal Amerika Utara.
Rilis Blu-ray di Jepang
Versi Blu-ray Jepang dijadwalkan dirilis pada 26 Agustus 2026. Paket edisi khusus mempunyai film utama sekitar 115 menit serta materi bonus dalam jumlah besar.
Bonusnya mencakup rekaman berbagai stage greeting, wawancara individu pemain dan staf, materi promosi, serta special after-talk SUZUKA dan Takuto Teranishi.
Sambutan Kritikus terhadap Labyrinth
Respons kritikus internasional terhadap film cukup terpecah. Banyak ulasan mengakui ambisi visual serta ide mengenai media sosial, tetapi sebagian menganggap cerita memasukkan terlalu banyak gagasan dalam satu film.
Per 14 Agustus 2026, Rotten Tomatoes mencatat Tomatometer sekitar 20 persen dari 10 ulasan. Jumlah ulasannya masih relatif sedikit sehingga persentase tersebut dapat berubah apabila ulasan baru ditambahkan.
Beberapa pengulas mengapresiasi musik dan visual, sementara kritik sering diarahkan kepada struktur cerita, kecepatan penjelasan, serta kompleksitas subplot.
Respons Penonton
Respons penonton juga beragam. Sebagian menyukai animasi, musik, referensi budaya pop, serta konsep dunia smartphone yang tidak biasa.
Penonton lain merasa cerita bergerak terlalu cepat dan memasukkan terlalu banyak karakter atau ide. Perbedaan pendapat tersebut membuat film menjadi salah satu anime yang kemungkinan lebih menarik untuk didiskusikan daripada sekadar dinilai berdasarkan satu unsur.
Pesan tentang Harga Diri
Shiori mempunyai masalah yang dekat dengan kehidupan modern: melihat orang lain mendapatkan perhatian kemudian mempertanyakan nilai dirinya sendiri.
Media sosial membuat perbandingan menjadi sangat mudah karena manusia terus diperlihatkan versi terbaik kehidupan orang lain. Film menggambarkan bagaimana situasi tersebut dapat memengaruhi kepercayaan diri remaja.
Perjalanan Shiori mengingatkan bahwa perhatian publik tidak sama dengan identitas atau harga diri.
Pesan tentang Bahaya Mengejar Validasi Online
Keinginan mendapatkan likes, views, dan pengikut bukan sesuatu yang otomatis buruk. Masalah muncul ketika validasi tersebut menjadi satu-satunya ukuran keberhasilan.
SHIORI menunjukkan bentuk ekstrem dari kehidupan yang dibangun sepenuhnya berdasarkan respons publik. Semakin besar popularitasnya, semakin besar pula dampak yang dapat ditimbulkannya.
Film mempertanyakan apakah seseorang masih mengendalikan media sosial ketika seluruh keputusan mulai dibuat hanya untuk mendapatkan respons berikutnya.
Makna Judul Labyrinth
Labyrinth berarti labirin, sebuah tempat dengan banyak jalur yang dapat membuat seseorang kehilangan arah. Dalam film, istilah tersebut mempunyai makna literal karena Shiori benar-benar terjebak di dunia smartphone.
Namun, labirin juga dapat dibaca sebagai gambaran internet. Setiap video mengarah kepada video lain, satu tren mengarah kepada tren berikutnya, dan seseorang dapat terus bergerak tanpa menyadari berapa banyak waktu yang telah dihabiskan.
Bagi Shiori, keluar dari Labyrinth bukan hanya menemukan pintu menuju dunia nyata, tetapi menemukan kembali identitas yang hampir hilang di tengah perhatian digital.
Perbedaan Labyrinth 2026 dengan Labyrinth 1986
Labyrinth (2026) tidak mempunyai hubungan cerita dengan film fantasi klasik Labyrinth tahun 1986 karya Jim Henson yang dibintangi David Bowie dan Jennifer Connelly.
Film 1986 mengikuti Sarah yang memasuki labirin fantasi untuk menyelamatkan adiknya dari Goblin King. Sementara versi 2026 merupakan anime Jepang orisinal mengenai Shiori yang terperangkap di dalam smartphone.
Kesamaan keduanya hanya berada pada penggunaan konsep labirin sebagai tempat yang harus dilewati protagonis untuk kembali mendapatkan sesuatu yang penting.
Apakah Labyrinth Layak Ditonton?
Labyrinth dapat menjadi pilihan menarik bagi penonton yang menyukai anime dengan ide visual eksperimental, teknologi, musik, dan komentar mengenai kehidupan digital. Film mempunyai konsep yang berbeda dari kebanyakan petualangan isekai tradisional.
SUZUKA menjadi daya tarik utama karena memainkan dua karakter sekaligus, sedangkan Taizo Harada, Aoi Ito, Jun Saito, dan Takuto Teranishi memberikan warna kepada dunia yang mengelilingi Shiori.
Film juga relevan bagi penonton yang tertarik dengan topik media sosial, popularitas, influencer, identitas digital, dan tekanan untuk selalu menampilkan versi terbaik diri sendiri.
Namun, penonton perlu siap dengan cerita yang cukup padat. Film membawa banyak ide mengenai teknologi, hubungan remaja, dunia virtual, musik, algoritma, popularitas, dan ancaman terhadap identitas dalam durasi sekitar 115 menit.
Kesimpulan
Labyrinth (2026) atau Meikyū no Shiori mengikuti Shiori Maezawa, seorang siswi SMA pemalu yang terperangkap di dalam dunia smartphone setelah sebuah insiden media sosial. Ketika dirinya berusaha keluar bersama stiker kelinci bernama Komori, alter ego bernama SHIORI@REVOLUTION mengambil alih kehidupannya di dunia nyata dan mulai mendapatkan popularitas besar.
Konflik semakin luas ketika pengusaha genius Suguru Kagami terlibat dan sebuah rencana yang berhubungan dengan teknologi serta identitas manusia mulai terungkap. Shiori harus menghentikan versi lain dirinya sekaligus memahami apa arti menjadi diri sendiri di dunia yang sangat bergantung pada perhatian digital.
Dengan arahan Shōji Kawamori, skenario Taichi Hashimoto, desain karakter Risa Ebata, musik yonkey, produksi animasi Sanzigen, serta pengisi suara SUZUKA, Taizo Harada, Aoi Ito, Jun Saito, Takuto Teranishi, Show Hayami, Maaya Sakamoto, dan Tomokazu Sugita, film ini menawarkan perpaduan anime, science fiction, fantasy adventure, musik, coming-of-age, dan kritik terhadap media sosial. Penonton yang ingin mengikuti perjuangan Shiori keluar dari labirin smartphone dapat mengunjungi halaman nonton Labyrinth (2026) hingga akhir.
