The Death of Robin Hood (2026)
The Death of Robin Hood (2026) merupakan reinterpretasi gelap dan brutal terhadap legenda Robin Hood yang selama berabad-abad dikenal sebagai pahlawan rakyat Inggris. Dibintangi Hugh Jackman dan disutradarai Michael Sarnoski, film ini tidak berfokus pada masa kejayaan sang pemanah, melainkan pada Robin yang sudah tua, terluka, dihantui dosa masa lalu, dan mulai mempertanyakan legenda yang dibangun mengenai dirinya. Penonton dapat mengunjungi halaman nonton The Death of Robin Hood (2026) untuk mengikuti perjalanan terakhir seorang penjahat legendaris yang mencoba menemukan kemungkinan penebusan sebelum kematian benar-benar datang.
nonton The Death of Robin Hood (2026)
The Death of Robin Hood menawarkan gambaran Robin Hood yang sangat berbeda dari versi petualangan klasik. Tidak ada penekanan besar terhadap aksi mencuri dari orang kaya lalu memberikan hasilnya kepada masyarakat miskin.
Robin dalam film ini merupakan seorang pria tua yang membawa jejak kehidupan penuh kekerasan. Cerita mempertanyakan apakah legenda kepahlawanan yang berkembang mengenai dirinya benar-benar sesuai dengan orang yang berada di balik nama Robin Hood.
Setelah terluka parah dalam sebuah pertempuran, Robin mendapat kesempatan untuk melihat kembali kehidupannya. Dalam keadaan tersebut, ia mulai menghadapi rasa bersalah, kematian, dan kemungkinan memperoleh pengampunan.
Sinopsis The Death of Robin Hood
Robin Hood telah menghabiskan sebagian besar kehidupannya sebagai penjahat dan pembunuh. Tahun-tahun pertempuran membuat tubuhnya penuh luka, sementara tindakan yang pernah dilakukannya meninggalkan beban yang semakin sulit diabaikan.
Robin kini hidup jauh dari citra pahlawan yang berkembang dalam cerita rakyat. Ia menjadi pria yang keras, kesepian, dan terbiasa menggunakan kekerasan untuk menyelesaikan persoalan.
Dalam sebuah pertarungan yang diyakininya akan menjadi pertempuran terakhir, Robin mengalami luka sangat serius. Ia tidak berharap dapat keluar hidup-hidup dari bentrokan tersebut.
Namun, Robin ternyata bertahan. Dalam keadaan hampir mati, dirinya dibawa menuju sebuah tempat terpencil dan berada dalam perawatan Sister Brigid.
Brigid memperlakukannya bukan sebagai legenda atau monster, tetapi sebagai seorang manusia yang sedang terluka. Sikap tersebut perlahan memaksa Robin menghadapi pertanyaan yang selama ini berusaha dihindarinya.
Di tempat tersebut, Robin juga bertemu sejumlah orang yang mengubah perspektifnya mengenai kehidupan. Ia mulai memahami bahwa mungkin masih ada kesempatan melakukan sesuatu yang berbeda sebelum perjalanan hidupnya benar-benar berakhir.
Robin Hood yang Sudah Tua
Film tidak menampilkan Robin Hood pada masa mudanya sebagai pemanah lincah yang memimpin petualangan menyenangkan. Karakter utama sudah berada jauh melewati periode tersebut.
Tubuh Robin menunjukkan dampak puluhan tahun kehidupan keras. Luka, kelelahan, dan usia membuat setiap pertempuran mempunyai konsekuensi yang jauh lebih serius.
Usia juga membuat Robin mempunyai waktu untuk melihat kembali tindakannya. Ketika kekuatan fisik mulai menghilang, cerita beralih kepada pertanyaan mengenai siapa dirinya sebenarnya.
Hugh Jackman sebagai Robin Hood
Hugh Jackman memerankan Robin Hood dalam salah satu interpretasi paling gelap terhadap karakter legendaris tersebut. Ia menghadirkan Robin sebagai seorang pria kasar, berbahaya, dan sangat berbeda dari pahlawan romantis yang sering muncul dalam adaptasi sebelumnya.
Jackman dikenal melalui peran Wolverine dalam seri X-Men dan Deadpool & Wolverine, tetapi film ini menggunakan kemampuan fisiknya dengan pendekatan yang lebih berat dan realistis.
Robin bukan petarung yang terlihat tidak terkalahkan. Setiap luka memberikan dampak, dan kekerasan dalam film dibuat untuk terasa menyakitkan daripada sekadar menjadi hiburan aksi.
Jackman juga terlibat sebagai produser. Keterlibatan tersebut menunjukkan posisinya yang tidak hanya sebagai pemeran utama, tetapi bagian dari pengembangan proyek secara keseluruhan.
Legenda Robin Hood yang Dipertanyakan
Salah satu gagasan utama film adalah perbedaan antara legenda dan kenyataan. Selama berabad-abad, Robin Hood diceritakan sebagai pahlawan rakyat yang melawan ketidakadilan.
Film mempertanyakan bagaimana legenda seperti itu terbentuk. Seseorang yang dipandang sebagai pahlawan oleh satu kelompok mungkin merupakan pembunuh bagi kelompok lainnya.
Robin sendiri mengetahui bahwa banyak cerita mengenai dirinya tidak sepenuhnya sesuai dengan kenyataan. Kesadaran tersebut membuat sang legenda terasa seperti beban yang terus mengikuti kehidupannya.
Robin Hood Bukan Pahlawan Tradisional
Versi Robin dalam film ini tidak dibangun sebagai sosok sempurna yang selalu melindungi orang lemah. Ia pernah melakukan tindakan brutal dan tidak berusaha menyangkal masa lalu tersebut.
Film lebih tertarik melihat Robin sebagai manusia yang secara moral sangat rumit. Ia dapat melakukan sesuatu yang mengerikan sekaligus masih mempunyai kemampuan untuk berubah.
Pendekatan tersebut membuat cerita lebih dekat kepada drama penebusan daripada film petualangan klasik. Pertanyaan utamanya bukan apakah Robin mampu memenangkan pertempuran, tetapi apakah dirinya layak mendapatkan kesempatan kedua.
Sister Brigid sebagai Penyelamat Robin
Sister Brigid merupakan perempuan yang merawat Robin setelah dirinya terluka parah. Ia berada di sebuah komunitas keagamaan terpencil dan menjalani kehidupan yang sangat berbeda dari Robin.
Brigid terbiasa memberikan pertolongan kepada orang yang membutuhkan. Karena itu, identitas serta reputasi Robin tidak langsung mengubah kewajibannya untuk merawat orang yang berada di ambang kematian.
Sikap Brigid menciptakan kontras dengan kehidupan Robin yang dipenuhi kekerasan. Ia menunjukkan bentuk kekuatan yang tidak bergantung pada pedang, panah, atau kemampuan membunuh.
Jodie Comer sebagai Sister Brigid
Jodie Comer memerankan Sister Brigid. Karakternya menjadi salah satu figur paling penting dalam perjalanan emosional Robin.
Comer dikenal melalui Killing Eve, The Last Duel, Free Guy, dan The Bikeriders. Dalam film ini, ia memainkan karakter yang lebih tenang tetapi mempunyai kekuatan moral besar.
Hubungan Brigid dan Robin tidak dibangun sebagai versi tradisional hubungan Robin Hood dan Maid Marian. Brigid mempunyai fungsi berbeda sebagai seseorang yang memberikan sang penjahat kesempatan memahami kehidupan dari perspektif lain.
Edward dan Hubungannya dengan Robin
Bill Skarsgård tampil sebagai Edward, karakter yang mempunyai hubungan penting dengan masa lalu Robin. Dalam sejumlah materi mengenai film, karakter ini juga dikaitkan dengan figur Little John dalam legenda Robin Hood.
Hubungan Robin dan Edward jauh dari gambaran dua sahabat ceria dalam petualangan rakyat klasik. Kehidupan bersama mereka dibentuk oleh kekerasan, kriminalitas, serta konsekuensi dari bertahun-tahun hidup sebagai outlaw.
Kehadiran Edward membantu membuka masa lalu Robin dan memperlihatkan bahwa legenda tentang kelompoknya jauh lebih rumit daripada cerita yang berkembang kemudian.
Bill Skarsgård sebagai Edward
Bill Skarsgård memerankan Edward dan menjadi salah satu nama besar dalam jajaran pemeran. Ia sebelumnya dikenal melalui It, John Wick: Chapter 4, Nosferatu, dan sejumlah thriller lainnya.
Penampilannya memberikan energi berbeda dari Hugh Jackman. Ketika Robin mulai memikirkan kematian dan penebusan, Edward menjadi pengingat terhadap kehidupan keras yang pernah mereka jalani.
Dinamika tersebut membantu film menghindari gambaran nostalgia mengenai masa lalu. Kehidupan para outlaw tidak digambarkan sebagai rangkaian petualangan menyenangkan, tetapi pengalaman yang meninggalkan korban serta trauma.
The Leper yang Diperankan Murray Bartlett
Murray Bartlett memerankan karakter yang dikenal sebagai The Leper. Robin bertemu dengannya ketika berada di tempat perlindungan setelah mengalami luka serius.
Karakter tersebut hidup dengan penyakit berat dan tubuh yang sebagian besar tertutup kain. Penampilannya dapat terlihat mengancam pada awalnya, tetapi kepribadiannya justru jauh lebih lembut daripada kesan pertama.
Interaksi Robin dengan The Leper menjadi bagian dari perubahan perspektifnya. Robin yang telah menghabiskan hidup dengan kekerasan bertemu seseorang yang menghadapi kematian dengan cara berbeda.
Noah Jupe sebagai Arthur dan Godwyn
Noah Jupe memainkan peran penting sebagai Arthur, dengan kredit tertentu juga menghubungkannya kepada nama Godwyn. Karakter tersebut membawa masa lalu Robin kembali mendekati kehidupan yang sedang berusaha dibangunnya.
Jupe dikenal melalui A Quiet Place, Honey Boy, dan berbagai produksi drama lainnya. Dalam film ini, ia masuk ke cerita ketika masa lalu serta konsekuensi tindakan Robin mulai kembali muncul.
Kehadiran karakter muda tersebut juga memperkuat pembahasan mengenai warisan. Tindakan generasi sebelumnya dapat meninggalkan akibat panjang bagi orang yang bahkan belum terlibat ketika kekerasan tersebut dimulai.
Little Margaret dan Keluarga Baru Robin
Faith Delaney memerankan Little Margaret, seorang gadis muda yang berada di sekitar komunitas tempat Robin menjalani pemulihan. Kehadirannya secara perlahan memunculkan sisi berbeda dari sang outlaw.
Robin mulai bertindak seperti figur pelindung terhadap Margaret. Hubungan tersebut berlawanan dengan sejarah kehidupannya yang dipenuhi pembunuhan.
Brigid, The Leper, Margaret, dan Robin perlahan membentuk semacam keluarga tidak biasa. Bagi Robin, kelompok kecil tersebut memberikan gambaran mengenai kehidupan yang mungkin dapat dijalani apabila masa lalunya berbeda.
Kesempatan untuk Mendapatkan Penebusan
Sinopsis resmi film secara langsung menempatkan penebusan sebagai inti cerita. Robin telah melakukan banyak hal yang tidak dapat dihapus, tetapi pertanyaannya adalah apakah dirinya masih dapat melakukan sesuatu yang bermakna.
Penebusan dalam film tidak berarti melupakan korban atau mengubah masa lalu menjadi sesuatu yang lebih indah. Robin harus terlebih dahulu menerima siapa dirinya sebenarnya.
Kesempatan kedua datang ketika ia bertemu orang-orang yang tidak memperlakukannya berdasarkan legenda. Untuk pertama kalinya, Robin dapat menentukan tindakan bukan karena reputasi, melainkan karena pilihan pribadi.
Tema Kematian
Seperti yang ditunjukkan judulnya, kematian berada di pusat film. Robin adalah pria yang telah menyebabkan banyak kematian dan kini harus menghadapi kemungkinan akhir kehidupannya sendiri.
Keadaan tersebut mengubah cara dirinya melihat orang lain. Ketika kematian terasa dekat, kemenangan dalam pertempuran menjadi kurang penting daripada pertanyaan mengenai apa yang akan ditinggalkan.
Film melihat kematian bukan hanya sebagai akhir fisik, tetapi momen ketika seseorang dipaksa menghadapi arti kehidupannya.
Tema Rasa Bersalah
Robin membawa rasa bersalah terhadap kekerasan yang pernah dilakukan. Walaupun mungkin telah mempunyai alasan pada masa lalu, usia membuat alasan tersebut tidak selalu terasa cukup.
Rasa bersalah menjadi sesuatu yang tidak dapat dikalahkan dengan kemampuan bertarung. Robin harus menghadapinya melalui ingatan, pengakuan, dan keputusan yang diambil pada akhir kehidupannya.
Film kemudian mempertanyakan apakah rasa bersalah dapat menghasilkan perubahan atau hanya menjadi bentuk hukuman yang berlangsung sampai kematian.
Tema Mitos dan Kenyataan
Robin Hood termasuk salah satu tokoh legenda paling terkenal dalam budaya Inggris. Ceritanya telah berubah berkali-kali mengikuti zaman serta kebutuhan penceritanya.
The Death of Robin Hood menggunakan sejarah perubahan tersebut sebagai bagian dari temanya. Legenda dapat membuat kehidupan seseorang terlihat lebih bersih, heroik, dan sederhana daripada kenyataan.
Robin harus hidup dengan cerita yang telah berkembang mengenai dirinya. Namun, pada akhirnya ia lebih mengetahui kebenaran tentang apa yang telah dilakukan dibandingkan orang-orang yang menceritakan namanya.
Perbedaan dengan Robin Hood Klasik
Adaptasi klasik sering menampilkan Robin dengan pakaian hijau, busur, kelompok Merry Men, serta perlawanan terhadap bangsawan yang menindas rakyat. Unsur tersebut bukan fokus utama film ini.
Michael Sarnoski memilih melihat akhir perjalanan karakter. Robin bukan lagi pahlawan muda, tetapi pria yang telah hidup cukup lama untuk menghadapi konsekuensi dari reputasinya.
Tone film juga lebih suram, realistis, dan berdarah. Kekerasan tidak dirancang seperti aksi swashbuckling yang menyenangkan, tetapi sesuatu yang merusak tubuh serta pikiran.
Inspirasi dari Ballad Robin Hood’s Death
Film mengambil inspirasi dari tradisi balada lama mengenai kematian Robin Hood. Salah satu cerita terkenal dalam tradisi tersebut menggambarkan akhir kehidupan sang outlaw dan pengkhianatan yang membawa dirinya menuju kematian.
Michael Sarnoski menggunakan fondasi tersebut untuk membangun reinterpretasi baru. Film tidak hanya mencoba mereproduksi satu teks lama, tetapi mengambil gagasan mengenai akhir Robin sebagai pintu masuk menuju cerita tentang rasa bersalah.
Pendekatan ini membuat film terasa seperti epilog besar terhadap legenda yang sebenarnya sudah dikenal hampir semua orang.
Michael Sarnoski sebagai Sutradara
The Death of Robin Hood ditulis dan disutradarai Michael Sarnoski. Ia sebelumnya dikenal melalui Pig yang dibintangi Nicolas Cage serta A Quiet Place: Day One.
Kedua karya tersebut memperlihatkan ketertarikan Sarnoski terhadap karakter yang mengalami kehilangan dan kesedihan di tengah genre yang lebih besar. Pendekatan serupa muncul dalam cerita Robin Hood.
Alih-alih hanya membuat film aksi abad pertengahan, Sarnoski menggunakan legenda terkenal untuk membicarakan kematian, identitas, serta kemungkinan seseorang berubah.
Michael Sarnoski sebagai Penulis Skenario
Sarnoski juga menulis skenario film sehingga konsep penyutradaraan dan penulisan berasal dari visi kreatif yang sama. Ia secara sengaja membalik citra Robin Hood yang biasanya heroik.
Skenario memperlihatkan Robin sebagai penjahat yang mampu melakukan kekerasan ekstrem. Tujuannya bukan sekadar membuat cerita lebih gelap, tetapi mempertanyakan alasan masyarakat menciptakan pahlawan dari tokoh yang kompleks.
Dialog dan struktur film kemudian memberi ruang lebih besar kepada refleksi daripada petualangan tradisional.
Pat Scola sebagai Sinematografer
Sinematografi ditangani Pat Scola, yang sebelumnya bekerja dengan Michael Sarnoski dalam Pig. Lingkungan alam mempunyai peran besar dalam visual film.
Lanskap luas, tanah basah, bukit, kabut, hutan, serta bangunan abad pertengahan digunakan untuk menampilkan dunia yang keras dan tidak romantis.
Film juga direkam menggunakan film 35mm. Tekstur gambar membantu memberikan kesan fisik serta kasar yang sesuai dengan reinterpretasi legenda tersebut.
Andrew Mondshein sebagai Editor
Andrew Mondshein bertugas sebagai editor. Ia mempunyai pengalaman panjang dalam berbagai film drama, thriller, dan produksi berskala besar.
Penyuntingan harus menjaga keseimbangan antara adegan kekerasan dengan bagian yang lebih tenang ketika Robin berada dalam perawatan dan memikirkan kehidupannya.
Perubahan ritme tersebut membuat film tidak bekerja sebagai action movie tanpa henti. Banyak momen penting justru terjadi ketika karakter tidak sedang bertempur.
Jim Ghedi dan Musik Film
Musik The Death of Robin Hood digubah Jim Ghedi, musisi folk asal Inggris. Pilihan tersebut sesuai dengan akar cerita Robin Hood sebagai legenda rakyat yang diwariskan melalui lagu serta cerita lisan.
Musik membantu membangun hubungan antara lanskap, periode sejarah, dan suasana introspektif film. Pendekatannya tidak harus terdengar seperti skor petualangan heroik tradisional.
Nuansa folk yang lebih gelap mendukung gambaran Robin sebagai manusia yang hidup di dunia keras daripada ikon romantis.
Produser The Death of Robin Hood
Aaron Ryder, Andrew Swett, Alexander Black, dan Hugh Jackman termasuk dalam jajaran produser. Ryder dan Swett bekerja melalui Ryder Picture Company, sementara Alexander Black mewakili Lyrical Media.
Hugh Jackman juga mengambil posisi sebagai produser selain memainkan karakter utama. Lyrical Media menjadi salah satu pihak yang membiayai produksi.
A24 memperoleh hak distribusi Amerika Serikat dan kemudian merilis film ke bioskop pada 2026.
Produksi Lyrical Media dan Ryder Picture Company
Film diproduksi oleh Lyrical Media dan Ryder Picture Company. Proyek mulai menarik perhatian industri sejak diumumkan pada 2024 dengan Hugh Jackman serta Jodie Comer sebagai pemeran utama.
A24 kemudian memperoleh hak Amerika Serikat setelah proyek ditawarkan ke pasar internasional. Kehadiran A24 semakin menegaskan pendekatan film yang lebih berorientasi pada reinterpretasi artistik daripada blockbuster Robin Hood konvensional.
Syuting di Northern Ireland
Pengambilan gambar utama dilakukan di Northern Ireland pada 2025. Wilayah tersebut dipilih karena mempunyai lanskap yang cocok untuk menciptakan dunia abad pertengahan yang kasar serta luas.
Produksi menggunakan Belfast Harbour Studios serta sejumlah lokasi alam. Northern Ireland Screen memberikan dukungan pendanaan kepada proyek.
Pemerintah Northern Ireland menyebut produksi tersebut sebagai proyek penting bagi industri layar lokal karena melibatkan kru serta fasilitas setempat dalam skala besar.
Silent Valley sebagai Lokasi Syuting
Silent Valley menjadi salah satu lokasi yang digunakan produksi. Lingkungan pegunungan dan lembahnya memberikan visual alam yang dapat menggambarkan keterasingan Robin.
Lanskap seperti ini sangat sesuai dengan pendekatan film yang tidak ingin menampilkan Inggris abad pertengahan sebagai dunia romantis. Alam terasa dingin, luas, dan berbahaya.
Glenarm dan Murlough Bay
Produksi juga mengambil gambar di Glenarm serta Murlough Bay. Keduanya menjadi bagian dari sejumlah lokasi Northern Ireland yang digunakan untuk membangun dunia film.
Murlough Bay terkenal dengan bentang alam dramatis yang menghadap laut, sementara Glenarm mempunyai lingkungan pedesaan serta bangunan yang mendukung suasana periode.
Penggunaan lokasi nyata membantu memberikan skala lebih besar dibandingkan apabila seluruh cerita hanya dibuat di studio.
Belfast Harbour Studios
Belfast Harbour Studios digunakan untuk bagian produksi yang membutuhkan lingkungan terkendali. Fasilitas tersebut menjadi salah satu pusat produksi film dan televisi utama di Northern Ireland.
Gabungan studio dan lokasi alam memberikan fleksibilitas bagi tim untuk membangun interior sekaligus mempertahankan keindahan lanskap asli.
Post-production kemudian dilakukan di Yellowmoon, Holywood, County Down.
Pemain The Death of Robin Hood (2026)
Hugh Jackman memimpin film sebagai Robin Hood dan Jodie Comer memerankan Sister Brigid. Bill Skarsgård tampil sebagai Edward, karakter yang mempunyai hubungan dengan masa lalu Robin.
Murray Bartlett memerankan The Leper, sedangkan Noah Jupe tampil sebagai Arthur atau Godwyn. Faith Delaney memainkan Little Margaret.
Jade Croot, Clive Russell, Amy McElhatton, Alfie Lawless, Asher de Silva, Elijah Ungvary, dan sejumlah pemeran lainnya turut melengkapi dunia film.
Film dengan Kekerasan yang Sangat Brutal
The Death of Robin Hood sejak awal memperlihatkan bahwa interpretasinya tidak dirancang sebagai petualangan keluarga. Kekerasan dibuat kasar, cepat, serta sering memberikan hasil berdarah.
Tujuannya adalah menghilangkan romantisasi terhadap kehidupan outlaw. Menyerang seseorang dengan pedang, pisau, atau panah mempunyai konsekuensi fisik yang jelas.
Pendekatan tersebut membantu menjelaskan mengapa Robin pada usia tua membawa begitu banyak beban psikologis.
Klasifikasi R di Amerika Serikat
Film memperoleh klasifikasi R di Amerika Serikat karena strong bloody violence. Artinya, materi kekerasannya lebih ditujukan kepada penonton dewasa.
Robin digambarkan melakukan berbagai tindakan brutal yang berbeda dari gambaran karakter dalam banyak adaptasi populer sebelumnya.
Penonton yang terbiasa dengan Robin Hood versi keluarga perlu menyesuaikan ekspektasi karena film ini mempunyai tone jauh lebih gelap.
Genre The Death of Robin Hood
Film berada dalam genre action, adventure, drama, serta mystery & thriller. Namun, nuansa dramanya mempunyai posisi sangat besar dibandingkan petualangan tradisional.
Bagian aksi digunakan untuk memperlihatkan konsekuensi kehidupan Robin, sementara bagian drama menelusuri rasa bersalah serta keinginannya mendapatkan penebusan.
Perpaduan tersebut menghasilkan film periode yang lebih dekat kepada revisionist character drama daripada swashbuckling adventure.
Durasi The Death of Robin Hood
Durasi film tercatat sekitar 122 hingga 123 menit, atau sedikit lebih dari dua jam. Rotten Tomatoes mencatat dua jam dua menit, sementara Sydney Film Festival mencantumkan 123 menit.
Durasi tersebut memungkinkan Michael Sarnoski memberikan ruang kepada perjalanan psikologis Robin selain menampilkan konflik fisik.
Bahasa utama film adalah bahasa Inggris dan produksinya dikategorikan sebagai film Amerika Serikat.
Australian Premiere di Sydney Film Festival
The Death of Robin Hood memperoleh Australian Premiere di Sydney Film Festival pada 12 Juni 2026. Pemutaran tambahan dilakukan pada 13 Juni.
Festival menggambarkan film sebagai reinterpretasi Robin Hood yang radikal dan brutal. Hugh Jackman menjadi pusat cerita bersama Jodie Comer.
Sydney Film Festival mencatat Michael Sarnoski sebagai sutradara dan penulis, Pat Scola sebagai sinematografer, Andrew Mondshein sebagai editor, serta Jim Ghedi sebagai komposer.
Jadwal Rilis The Death of Robin Hood
A24 merilis The Death of Robin Hood secara luas di bioskop Amerika Serikat pada 19 Juni 2026. Perilisannya berlangsung tidak lama setelah penayangan di Sydney Film Festival.
Jadwal internasional berbeda antarnegara karena distributor lokal mempunyai kalender masing-masing. Di Australia, distribusi ditangani Madman Entertainment.
True Brit Entertainment menangani rencana distribusi untuk Inggris dan Irlandia, sementara A24 memegang distribusi Amerika Serikat.
Rilis Digital The Death of Robin Hood
Setelah periode penayangan bioskop, film memasuki distribusi digital. Rotten Tomatoes mencatat tanggal streaming atau digital pada 28 Juli 2026.
A24 kini menyediakan pilihan “Watch Now” melalui sejumlah layanan seperti Apple TV, Amazon, Google Play, YouTube, dan Fandango di wilayah yang didukung.
Ketersediaan platform dapat berbeda berdasarkan negara serta lisensi distribusi masing-masing wilayah.
Sambutan Kritikus
Tanggapan kritikus terhadap film cukup positif tetapi tidak sepenuhnya seragam. Banyak ulasan memuji keberanian Michael Sarnoski membalik citra Robin Hood serta penampilan Hugh Jackman.
Kritikus juga menyoroti visual Northern Ireland dan pendekatan film terhadap kekerasan sebagai elemen yang kuat. Namun, tone yang sangat suram dianggap terlalu berat oleh sebagian pengulas.
Per 14 Agustus 2026, Rotten Tomatoes mencatat skor kritikus 66 persen berdasarkan 160 ulasan. Angka tersebut dapat terus berubah apabila ulasan baru ditambahkan.
Respons Penonton
Respons penonton lebih terpecah dibandingkan kritikus. Rotten Tomatoes mencatat Popcornmeter 56 persen dari lebih dari 500 verified ratings pada pertengahan Agustus 2026.
Sebagian penonton menyukai pendekatan meditatif serta kekerasan realistis, sementara lainnya merasa interpretasi Robin terlalu jauh dari karakter heroik yang mereka kenal.
Perbedaan tersebut sebenarnya sesuai dengan tujuan film. Cerita sengaja menantang citra tradisional Robin Hood dan tidak berusaha menyenangkan semua penggemar legenda lama.
Makna Judul The Death of Robin Hood
Judul secara langsung memberikan petunjuk bahwa cerita berpusat pada akhir kehidupan Robin. Namun, “kematian” dalam film dapat dibaca lebih luas daripada berhentinya tubuh.
Robin juga menghadapi kematian identitas yang selama ini melekat kepadanya. Legenda pahlawan yang dibangun masyarakat mulai dipisahkan dari manusia sebenarnya.
Dengan mengakui masa lalu, Robin mempunyai kesempatan meninggalkan identitas lamanya sebelum kehidupan berakhir.
Apakah The Death of Robin Hood Layak Ditonton?
Film ini dapat menjadi pilihan menarik bagi penonton yang menyukai reinterpretasi gelap terhadap legenda terkenal. Michael Sarnoski tidak mencoba membuat versi lain dari petualangan Robin Hood yang sudah berkali-kali muncul.
Hugh Jackman menjadi kekuatan utama melalui penampilan sebagai outlaw tua yang secara fisik masih berbahaya tetapi secara emosional mulai hancur. Jodie Comer memberikan kontras melalui Sister Brigid yang menawarkan kasih serta kemungkinan penebusan.
Bill Skarsgård, Murray Bartlett, Noah Jupe, dan Faith Delaney membantu memperluas pembahasan mengenai masa lalu, keluarga, penyakit, kematian, dan warisan.
Penonton yang menginginkan aksi ringan, humor, serta Robin Hood heroik mungkin perlu menyesuaikan ekspektasi. Film ini jauh lebih suram, berdarah, dan introspektif.
Kesimpulan
The Death of Robin Hood (2026) melihat legenda Robin Hood dari titik yang jarang menjadi fokus adaptasi lain, yaitu ketika sang outlaw sudah tua dan harus menghadapi akhir kehidupannya. Setelah bertahun-tahun menjalani kehidupan penuh kriminalitas serta pembunuhan, Robin terluka parah dalam sebuah pertempuran yang ia yakini akan menjadi yang terakhir.
Pertemuannya dengan Sister Brigid serta orang-orang di sebuah komunitas terpencil memberikan Robin sesuatu yang tidak pernah diperoleh melalui pedang atau panah: kesempatan memahami kemanusiaan dirinya sendiri. Namun, masa lalu tidak menghilang begitu saja dan berbagai konsekuensi tindakannya terus mendekat.
Dengan arahan dan skenario Michael Sarnoski, sinematografi Pat Scola, musik Jim Ghedi, serta penampilan Hugh Jackman, Jodie Comer, Bill Skarsgård, Murray Bartlett, Noah Jupe, dan Faith Delaney, film ini menawarkan Robin Hood yang jauh dari versi heroik tradisional. Penonton yang ingin mengikuti perjalanan terakhir sang outlaw menuju kematian dan kemungkinan penebusan dapat mengunjungi halaman nonton The Death of Robin Hood (2026) hingga akhir.
