Hokusai’s Daughter (2025)
Nonton Hokusai’s Daughter (2025) membawa penonton ke dunia seni ukiyo-e pada zaman Edo melalui kisah Ō-Ei, putri Katsushika Hokusai yang kemudian dikenal dengan nama seniman Katsushika Ōi. Film ini menyoroti kehidupannya sebagai perempuan berbakat yang tumbuh di bawah bayang-bayang salah satu pelukis paling terkenal Jepang, sekaligus memperlihatkan bagaimana hubungan ayah dan anak mereka dibentuk oleh kecintaan yang sama terhadap seni.
nonton Hokusai’s Daughter (2025)
Hokusai’s Daughter, dengan judul asli Jepang Ōi, Ōi, merupakan drama sejarah Jepang tahun 2025 yang disutradarai Tatsushi Omori. Film berdurasi 122 menit ini dirilis di Jepang pada 17 Oktober 2025 dan dibintangi Masami Nagasawa, Masatoshi Nagase, serta Kaito Takahashi.
Masami Nagasawa memerankan O-Ei atau Katsushika Ōi, sedangkan Masatoshi Nagase tampil sebagai Tetsuzo, nama yang digunakan Katsushika Hokusai. Film ini menjadi drama biografi yang berfokus pada kehidupan seorang perempuan seniman yang selama bertahun-tahun bekerja sangat dekat dengan ayahnya.
Siapa Katsushika Ōi?
Katsushika Ōi merupakan putri ketiga Hokusai dan dikenal sebagai salah satu perempuan pelukis ukiyo-e yang langka pada masanya. Ia mendukung pekerjaan sang ayah selama kira-kira tiga dekade sejak usia dua puluhan dan dipercaya ikut membantu menyelesaikan banyak karya Hokusai pada periode akhir hidupnya.
Meski sangat dekat dengan nama besar Hokusai, Ōi memiliki gaya artistiknya sendiri. Ia kemudian menerima nama lukis Katsushika Ōi dari sang ayah dan meninggalkan sejumlah karya dengan pendekatan yang berbeda dari Hokusai.
Masami Nagasawa sebagai Ō-Ei
Masami Nagasawa membawa karakter Ō-Ei sebagai perempuan yang berani, keras kepala, dan memiliki keyakinan kuat terhadap kemampuannya sendiri. Ia bukan sekadar anak seorang maestro, tetapi seorang seniman yang berusaha mendapatkan ruang di lingkungan seni yang didominasi laki-laki.
Film mengikuti perkembangan dirinya dari seorang perempuan yang hidup dekat dengan pekerjaan ayahnya menjadi seniman dengan identitas mandiri. Perjalanan tersebut menjadi pusat emosional cerita.
Masatoshi Nagase sebagai Katsushika Hokusai
Masatoshi Nagase memerankan Hokusai sebagai seniman besar yang nyaris sepenuhnya hidup untuk melukis. Hubungannya dengan Ō-Ei bukan hanya hubungan ayah dan anak, tetapi juga hubungan antara dua seniman yang saling memahami obsesi terhadap karya.
Hokusai dan Ō-Ei sama-sama digambarkan tidak terlalu peduli terhadap banyak urusan kehidupan sehari-hari. Seni menjadi bahasa utama yang menghubungkan keduanya sekaligus sumber ketegangan dalam hubungan mereka.
Kehidupan di Dunia Ukiyo-e Zaman Edo
Film merekonstruksi kehidupan masyarakat Edo sekitar dua abad lalu dengan menempatkan studio lukis, jalan kota, rumah sederhana, serta dunia penerbitan ukiyo-e sebagai bagian penting cerita. Lingkungan tersebut membantu memperlihatkan bagaimana karya seni lahir melalui kerja panjang dan kehidupan yang jauh dari kemewahan.
Pendekatan visual ini memberi penonton kesempatan melihat sisi manusiawi Hokusai dan putrinya. Mereka bukan hanya nama besar dalam sejarah seni, tetapi orang yang harus bekerja, berpindah tempat, dan menghadapi berbagai kesulitan.
Hubungan Ayah dan Anak Menjadi Inti Film
Menurut materi resmi Nikkatsu, film secara khusus menyoroti kehidupan padat seorang ayah dan anak yang hampir sama-sama tidak peduli pada apa pun selain melukis. Hubungan mereka berlangsung selama puluhan tahun dan menjadi fondasi dari perjalanan Ō-Ei sebagai seniman.
Alih-alih menggambarkan hubungan keluarga secara sentimental, film memperlihatkan kedekatan yang terbentuk melalui kebiasaan bekerja bersama. Cinta mereka sering kali muncul melalui kritik, perhatian terhadap gambar, dan kepercayaan terhadap kemampuan masing-masing.
Perempuan Seniman di Lingkungan yang Didominasi Laki-Laki
Salah satu tema paling kuat dalam Hokusai’s Daughter adalah posisi Ō-Ei sebagai perempuan di dunia seni Edo. Pada masa tersebut, perempuan yang menekuni lukisan secara profesional merupakan sesuatu yang sangat jarang.
Film memperlihatkan bagaimana Ō-Ei harus membuktikan kemampuan tanpa hanya bergantung pada nama sang ayah. Perjuangan tersebut membuat kisahnya relevan sebagai cerita mengenai bakat, identitas, dan kebebasan kreatif.
Karya Hokusai dan Proses Kreatif
Cerita juga berkaitan erat dengan proses kreatif Hokusai pada masa tuanya. Materi Festival Film Kaohsiung menyebut film menampilkan perjalanan dua generasi seniman dan menyinggung proses di balik karya-karya terkenal Hokusai seperti seri Thirty-six Views of Mount Fuji.
Film tidak hanya melihat hasil akhir sebuah karya, tetapi juga kesabaran, pengamatan, dan kerja fisik yang dibutuhkan seorang seniman. Dalam konteks tersebut, keberadaan Ō-Ei menjadi semakin penting.
Tatsushi Omori Menangani Penyutradaraan dan Skenario
Tatsushi Omori tidak hanya menjadi sutradara, tetapi juga tercatat sebagai penulis skenario. Film diproduksi oleh Kazuhiro Ota, Shogo Kimura, dan Tomomi Yoshimura, sementara Nikkatsu menangani penjualan internasional.
Pendekatan Omori memberi ruang besar pada detail kehidupan sehari-hari dan dinamika karakter. Hasilnya lebih dekat dengan drama karakter historis daripada biografi yang hanya mengejar rangkaian peristiwa terkenal.
Film Pertama Jepang yang Berfokus pada Kehidupan Ō-Ei
Nikkatsu mempromosikan Hokusai’s Daughter sebagai film Jepang pertama yang secara khusus menggambarkan kehidupan Ō-Ei atau Katsushika Ōi. Kisah hidupnya memang masih diselimuti banyak misteri karena hanya sedikit dokumen sejarah yang tersisa, terlebih setelah ia menghilang dari catatan setelah kematian Hokusai.
Keterbatasan sumber sejarah tersebut memberi film ruang untuk membangun drama di sekitar fakta-fakta yang diketahui. Fokusnya bukan hanya mencari jawaban pasti, tetapi juga menghidupkan sosok yang selama bertahun-tahun berada di belakang nama besar ayahnya.
Drama Sejarah untuk Penggemar Seni Jepang
Hokusai’s Daughter cocok bagi penonton yang menyukai drama sejarah Jepang, biografi seniman, ukiyo-e, dan cerita mengenai hubungan keluarga yang kompleks. Film ini juga menarik bagi siapa pun yang ingin melihat kehidupan Katsushika Hokusai dari perspektif orang yang paling dekat dengannya.
Bagi penonton yang ingin mengetahui bagaimana Ō-Ei berkembang dari putri seorang maestro menjadi seniman Katsushika Ōi dengan identitasnya sendiri, film ini menawarkan kisah tentang seni, kebebasan, dan warisan. Untuk mengikuti ceritanya secara lengkap, kunjungi halaman nonton Hokusai’s Daughter (2025).
